TATOR, PEDOMANMEDIA - Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg meminta masyarakat agar memaafkan Pandji Pragiwaksono atas materi lawak yang dianggap melecehkan tradisi Toraja. Materi lawakan Pandji sebelumnya telah memicu pro-kontra dan kritik dari berbagai pihak.
"Saya pikir, kita orang Toraja, kalau orang sudah minta maaf, maafkanlah," kata Zadrak Tombeg saat membawakan sambutan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat lingkup Tana Toraja di Ruang Pola Kantor Bupati.
"Ya, ini ada kaitannya dengan Pandji," ujar Zadrak.
Zadrak juga menekankan pentingnya introspeksi diri dan tindakan masyarakat terutama dalam konteks keberagaman budaya.
"Memang dia salah. Jadikan ini pembelajaran bahwa pentingnya intropeksi diri dan tindakan kita. Sebaiknya perbanyak literasi," ujar Zadrak.
Menurut Zadrak, masyarakat Toraja dikenal memiliki budaya yang kaya dan sangat dihormati. Toraja memiliki tradisi unik, seperti upacara Rambu Tuka' (upacara kematian) dan Ma'nene (ritual membersihkan dan mengganti kain pembungkus jenazah).
"Budaya sangat kita junjung tinggi dan menjadi bagian penting dari identitas kita. Makanya, dalam pelantikan kita ini menggunakan pakaian ada Toraja.