TORUT, PEDOMANMEDIA - Unjuk rasa menolak proyek revitalisasi Lapangan Rante Dada Kabupaten Toraja Utara nyaris berujung ricuh, Senin kemarin. Massa keluarga Tongkonan Lino dan GMNI sempat bersitegang dengan pekerja proyek.
Di depan kantor Perpustakaan Torut, massa menuntut Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong untuk bertemu langsung membahas revitalisasi Lapangan Rante Rada. Sayangnya, Frederik tidak ada di lokasi, sehingga demonstran terpaksa membubarkan diri setelah sekitar 2 jam berorasi.
Demonstran menilai, Bupati Toraja Utara sengaja menghindar dari massa.
"Bupati sengaja menghindar dari kami. Bupati paling bertanggungjawab atas pekerjaan proyek revitalisasi Lapangan Rante Rada. Dialah eksekutornya," kata salah seorang demonstran.
Menanggapi hal itu, Frederik menegaskan dirinya tidak punya niat menghindar dari demonstran.
"Saat itu, saya rapat maraton terkait FKUB, Koperasi Merah Putih dan rancangan APBD 2026," ungkap Frederik.
Diketahui, massa menuntut proyek revitalisasi lapangan Rante Rada diberhentikan. Proyek itu sumber dananya dana hibah dari Pemprov Sulawesi Selatan.
BERITA TERKAIT
-
Pengacara: Pidanakan Irma, Sikap Bupati Dedy tak Cerminkan Negarawan
-
Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut
-
Terungkap! Identitas Diduga Bandar Narkoba Pemasok Rp11 M ke Dedy-Andre di Pilkada Torut
-
Dilapor Pidana ITE, Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba di Malam 26 November 2025
-
Bupati Frederik Perihatin Peredaran Narkoba di Torut: Sasarannya Usia Produktif