Senin, 22 Februari 2021 15:18

Polisi Bakal Tindak Tegas Tambang Ilegal di Wajo

Kapolres Wajo AKBP Muh Islam.
Kapolres Wajo AKBP Muh Islam.

Sejauh ini pihak Polres Wajo telah intens turun dan melakukan pemantauan atau monitoring di lapangan terhadap titik-titik aktivitas lokasi tambang yang beroperasi di Wajo.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Polres Wajo bakal menindak tegas aktivitas tambang yang diduga ilegal. Sejauh ini pihaknya sudah intens meninjau aktivitas tambang di Wajo

"Polres siap bertindak dan juga diharapkan peran serta warga atau lembaga pemerhati lingkungan jikalau menemukan aktivitas yang ilegal, diharap informasi dan aduan laporannya," tegas Kapolres Wajo AKBP Muh Islam.

Muh Islam menambahkan sejauh ini pihak Polres telah intens turun dan melakukan pemantauan atau monitoring di lapangan terhadap titik-titik aktivitas lokasi tambang yang beroperasi di Wajo dan telah memerintah anggota untuk mengecek langsung.

Baca Juga

"Namun sejauh ini kami belum menemukan adanya yang dinilai melanggar atau menyalahi aturan," jelasnya.

Sementara itu, abid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Wajo Harun menjelaskan pihaknya selalu intens untuk turun melakukan pengawasan dan monitoring terhadap aktivitas tambang yang beroperasi di Kabupaten Wajo.

"Dan untuk tahun ini, kami di Instansi DLH Wajo itu ada sekitar 80 titik yang akan dilakukan pengawasan dan peninjauan lansung atas aktivitas tambang yang ada. Upaya yang dilakukan dan intens itu terkait dalam hal pengawasan di lapangan," katanya.

Dari target tahun ini sekitar 80 titik usaha tambang akan terus dilakukan pemantauan dan pengawasan serta monitoring. Serta mengetahui apakah ada izin atau legalitas resmi yang dimiliki dalam melakukan aktivitas tambang.

"Baik itu yang meliputi SPPL dan UKLUPL-nya dan juga dari segi dampak lingkungan amdalnya dan sejak Januari-Februari ini saat ini sudah ada 13 titik yang dikunjungi. Dan untuk sementara hingga saat ini kami belum menemukan adanya tambang yang melanggar atau tidak memiliki izin," tambahnya.

Harun juga menghimbau kepada warga masyarakat atau lembaga aktivis jika ada sesuatu dan menemukan adanya aktivitas penambangan yang melakukan kegiatan tambang atau beroperasi dan diindikasi tidak sesuai prosedur atau legalitas perizinannya.

"Itu sangat diharapkan dan disarankan agar membuat atau bersurat semacam aduan yang ditujukan ke kantor DLH Pemkab Wajo agar kami bisa menindaklanjuti dan juga dari segi pengawasannya," jelasnya.

Sedangkan Ketua BPKP Wajo Andi Sumitro berharap adanya sikap tegas aparat penegak hukum khsusunya Polres Wajo dan pihak Pemkab Wajo dalam hal ini instansi terkait DLH Wajo.

Dari data dan penelusuran lembaganya dan hasil pemantauan di lapangan itu diduga kuat dan diindikasi para aktivitas tambang yang beroperasi itu sebagian besar tidak memiliki izin resmi atau legalitas yang sesuai baik soal izin lahan dan lokasinya juga dengan operasional tambang baik pasir dan tanah urug atau material timbunan dan juga ijin produksi hasil tambang/jual beli hasil tambang.

"Bahkan sebelumnya pernah kami coba cek dan pertanyakan di Pemprov Sulsel akan hal itu diketahui untuk Wajo mayoritas belum lengkap legalitasnya," katanya.

"Dari hasil pantauan kami diantaranya di Kecamatan Pitumpanua sekitar 3 tambang pasir, satu tanah urug, Sabbangparu 4 tambang pasir Pallae, Cappa Bulu dan sebagian titik di Kecamatan Tempe dan juga di Kecamatan Pammana tanah urug tapi lokasinya di dalam disinyalir bukan sesuai koordinatnya dan juga daerah Mojong Kecamatan Belawa," jelasnya.

BPKP juga menegaskan kalau dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan semua data dan bukti-bukti terkait soal tambang dan akan melaporkan ke pihak penegak hukum Polres Wajo.

"Kami akan segara buatkan aduan dan laporan serta laporkan ke provinsi. Terkait usaha tambang yang disinyalir tidak sesuai legalitas izin dan peruntukannya serta izin pengelolaan lingkungan," pungkasnya.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Jusrianto
#Pemkab Wajo #Polres Wajo #Tambang Ilegal
Berikan Komentar Anda