Muh. Syakir : Jumat, 22 Agustus 2025 20:41

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuka ruang dialog bersama perwakilan Gerakan Rakyat yang menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA).

Audiensi berlangsung di Balai Kota Makassar pada Selasa, 19 Agustus 2025, dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Zuhaelsi Zubir.

Warga dari kawasan Mula Baru, Tamalalang, Klaster Alamanda, dan Klaster Akasia hadir menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap potensi dampak lingkungan dan sosial dari proyek tersebut.

Mereka meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali lokasi dan teknologi yang akan digunakan, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar.

Wali Kota Munafri menegaskan bahwa Pemkot Makassar tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa proyek PSEL merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, namun tetap harus mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial secara menyeluruh.

Kadis PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menambahkan bahwa pemerintah akan menyiapkan kajian dampak lingkungan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat terdampak. Ia juga menekankan bahwa teknologi yang digunakan harus memenuhi standar ramah lingkungan dan aman bagi permukiman.

“Setiap langkah akan dikaji secara teknis dan sosial. Kami ingin memastikan bahwa proyek ini, jika berjalan, benar-benar membawa manfaat tanpa menimbulkan risiko baru,” kata Zuhaelsi.

Audiensi ini menjadi momentum penting dalam proses perencanaan proyek PSEL, di mana pemerintah dan masyarakat saling berdialog untuk menemukan solusi terbaik.