Senin, 22 Februari 2021 16:30

Alasan Jokowi Kaji Larangan Mudik Lebaran: Tiap Libur Corona Naik

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Pemerintah sangat berhati hati memutuskan soal mudik Lebaran. Pasalnya dalam 4 kali libur panjang, semua menyumbang angka kenaikan kasus sampai 40%.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo mengkaji kemungkinan adanya larangan mudik Lebaran 2021 seperti tahun sebelumnya. Kenaikan kurva Covid-19 di setiap long weekend menjadi pertimbangan pemerintah.

"Setiap long weekend angka kasus selalu naik sampai 40%. Karena itu sedang dikaji mengenai mudik Lebaran 2021. Ini akan dibicarakan antarmenko," jelas Jokowi.

Menurut Kepala Negara, pemerintah sangat berhati hati memutuskan ini. Pasalnya dalam 4 kali libur panjang, semua menyumbang angka kenaikan kasus sampai 40%.

Baca Juga

Soal mudik kata Jokowi, akan dibicarakan seperti apa formulasinya. Apakah seperti tahun lalu atau ada skema baru yang lebih ideal.

"Saya sampaikan jangan sampai terulang lagi. Kita harus berusaha mencari cara agar libur tidak lagi menjadi momen penularan seperti sebelumnya. Karena itu bagaimana nanti mudiknya kita lihat dulu," jelasnya.

Sebelumnya, soal mudik lebaran 2021, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo sudah mengusulkan pemotongan hari libur. Dia mengusulkan masa libur Idul Fitri tahun ini diusulkan tanpa tambahan cuti bersama.

Sementara Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tidak menganjurkan masyarakat untuk mudik dan bepergian saat libur Lebaran tahun ini demi menekan penularan virus corona (Covid-19) yang masih tinggi.

Budi mengimbau agar masyarakat Indonesia merayakan Hari Idul Fitri yang jatuh sekitar tanggal 13 Mei itu dengan tetap berada di rumah saja.

"Terlihat tren setiap kali libur panjang dengan mobilitas tinggi itu rata-rata kasus positif naik 30-40 persen. Kita melihat lebaran tahun lalu seperti itu, libur Natal dan Tahun Baru juga dampaknya sangat tinggi," kata Budi dikutip detikcom.

"Nah liburan panjang besar berikutnya adalah libur Lebaran. Ini tolong diimbau agar kalau bisa lakukan terbatas saja, di rumah saja. Karena itu tadi jangan sampai yang sudah dilakukan bagus sekarang harus kita ulang lagi karena ada kenaikan kasus positif lagi," paparnya menambahkan.

Berkaca dari libur Tahun Baru Imlek kemarin, Budi berkata mobilitas masyarakat tidak terlalu tinggi. Ia berharap hal itu bisa menekan jumlah penularan corona ke depannya.

"Kita bersyukur Imlek kemarin mobilitas tidak naik terlalu tinggi. Nanti kita lihat dalam dua pekan ke depan dampaknya seperti apa tapi Insyaallah (kasus penularan corona) tidak tinggi," kata Budi.

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Jokowi #Kasus Corona #Mudik Lebaran 2021
Berikan Komentar Anda