Sabtu, 10 Januari 2026 08:27

Kawasan Edufam Diuji Coba di Barombong-Sudiang, Libatkan 5 OPD

Kawasan Edufam Diuji Coba di Barombong-Sudiang, Libatkan 5 OPD

Di mana, progres saat ini, proses perencanaan kawasan Edufam resmi masuk ke tahap pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Pemerintah Kota Makassar mulai merealisasikan pembangunan kawasan edukasi urban farming (Edufam) terintegrasi. Terobosan ini sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah awal, Edufam diuji coba di Barombong dan Sudiang. Kedua wilayah ini sudah masuk tahap pengadaan.

Melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2), Pemkot Makassar menargetkan bahwa pada Januari 2026 ini, proses perencanaan pembangunan dua unit urban farming yang berlokasi di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Biringkanaya, dalam kawasan Edukasi Farming (Edufam).

Baca Juga

Progres, telah resmi memasuki tahap pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan pembangunan fisik yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi lintas perangkat daerah.

Kepala Dinas DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan, memasuki tahun 2026, tahapan pembangunan kawasan Edufam telah memasuki fase awal.

Di mana, progres saat ini, proses perencanaan kawasan Edufam resmi masuk ke tahap pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Perencanaan ini, kami perkirakan memakan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan, mulai dari proses di ULP hingga pemilihan konsultan,” jelasnya, Jumat (9/1/2026).

“Setelah itu, sekitar bulan Maret, kita mulai masuk ke pekerjaan fisik,” sambung Aulia.

Tahap awal pembangunan difokuskan pada penimbunan lahan, baik di kawasan Barombong maupun lanjutan penimbunan di Sudiang.

Aulia menyebutkan, penimbunan di Sudiang telah dilakukan sebagian melalui anggaran perubahan sebelumnya dan akan dilanjutkan pada anggaran pokok tahun berjalan.

Setelah penimbunan selesai, baru kita lanjutkan ke pembangunan fisik berikutnya secara bertahap.

“Rencana Edufam, di Barombong dan Edufam Sudiang. Di lokasi ini semua kegiatan terintegrasi, mulai dari kebun pertanian, peternakan ayam, budidaya jamur, budidaya maggot, sampai dengan pengolahan sampah,” tutur Aulia.

Menurutnya, konsep Edufam tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan percontohan pertanian, perikanan, dan peternakan yang adaptif terhadap kondisi perkotaan.

Pengembangan kawasan Edufam melibatkan lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara lintas sektor, guna memastikan pembangunan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Kelima OPD tersebut yakni DP2, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan.

Lanjut dia, Dinas PU bertugas menangani pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung di kawasan Edufam. Dinas Perhubungan menangani penerangan dan kelistrikan.

“Sementara Dinas Ketahanan Pangan membangun cold storage untuk penyimpanan hasil panen Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani,” jelas Aulia.

“Sementara itu, DP2 berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, serta DLH mendukung pengelolaan lingkungan dan sistem pengolahan sampah terpadu,” lanjut dia.

Pada kesempatan ini, Aulia menegaskan bahwa pada tahun 2026, urban farming terintegrasi menjadi program unggulan utama DP2 Makassar.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemkot Makassar
Berikan Komentar Anda