Rabu, 24 Februari 2021 14:23

Polisi Dalami Dugaan Mark-up Branding dan Sirine Ambulance Desa di Wajo

Kapolres Wajo AKBP Muh Islam.
Kapolres Wajo AKBP Muh Islam.

Kapolres Wajo menjelaskan, sampai saat ini prosesnya masih tahap klarifikasi, karena hampi 90-an desa. Per desa diperiksa minimal 3 orang yang dimintai keterangan seputar soal anggaran dan pengadaan untuk branding dan lampu sirene mobil ambulance

WAJO, PEDOMANMEDIA - Kasus dugaan mark-up branding dan pengadaan lampu sirine mobil ambulance desa di Kabupaten Wajo terus bergulir. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Wajo tengah merampungkan berkas.

"Benar, saat ini prosesnya di Polres Wajo dan tengah berjalan dan segera dimaksimalkan untuk merampungkan berkasnya," ungkap Kapolres Wajo AKBP Muh Islam, Rabu (24/2/2021).

Ia menjelaskan, sampai saat ini prosesnya masih tahap klarifikasi, karena hampi 90-an desa.

Baca Juga

"Per desa diperiksa minimal 3 orang yang dimintai keterangan seputar soal anggaran dan pengadaan untuk branding dan lampu sirene mobil ambulance desa pada tahun anggaran 2020 lalu, baik itu soal regulasi aturan dan anggaran juga terkait hal lainnya," ungkapnya.

"Terkait klarifikasi per desa itu diantaranya penyidik nantinya akan mengecek semua dokumen yang berkaitan, sehingga ini memerlukan waktu sedikit lama dan tidak menutup kedepannya termasuk pihak pelaksana pengelola untuk dimintai keteranganya," jelasnya.

Sementara itu, Kadis PMD Wajo melalui Kabid PMD, Saiful tak menampik hal tersebut dan untuk tahun ini pihaknya sudah menyarankan desa agar dianggarkan tahun 2021 untuk kelengkapan spesifikasi terkait mobil ambulance desa tersebut.

Terpisah Kepala Inspektorat Wajo Sattiar mengatakan, kalau berkaitan dengan hasil pemeriksaan dan audit yang dilakukan terhadap desa di Wajo itu sudah mulai berjalan prosesnya.

"Sebagian hasilnya juga telah kami laporkan atau sampaikan ke pimpinan dalam hal ini bupati dan termasuk ke penegak hukum baik kejaksaan atau pun kepolisian itu sudah ada sebagian desa yang kami serahkan hasilnya," katanya.

"Memang tidak bisa dipungkiri ada sebagian desa yang kami temukan adanya indikasi kerugian dan temuan di lapangan, bahkan sudah ada juga yang diberikan jangka waktu untuk melakukan pengembalian dan ada juga masih batas toleransi atau pembinaan," ujar Sattiar tanpa merinci terlalu jauh terkait nama nama desa yang dimaksud.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Jusrianto
#Polres Wajo #Dugaan Mark-up Sirine Mobil #Korupsi Branding Ambulance Wajo
Berikan Komentar Anda