Rabu, 24 Februari 2021 14:42

5 Juta Guru akan Divaksin, Jokowi Janji Semester Depan Sekolah Dibuka

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Vaksinasi guru dimulai hari ini di Jakarta. Dalam waktu dekat akan dilakukan di seluruh Tanah Air. Sekolah ditarget buka semester depan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo mengatakan, sedikitnya 5 juta guru masuk dalam target vaksinasi tahap dua. Guru menjadi prioritas agar belajar tatap muka bisa dimulai awal semester mendatang.

"Vaksinasi untuk guru masuk dalam prioritas sampai Juli nanti. Kita target 5 juta guru terakomodir. Dengan begitu belajar tatap muka sudah bisa dimulai awal semester nanti, " kata Jokowi, saat memantau vaksinasi di sejumlah sekolah di DKI, Rabu (24/2/2021).

Menurut Jokowi, vaksinasi guru dimulai hari ini di Jakarta. Dalam waktu dekat akan dilakukan di seluruh Tanah Air.

Baca Juga

"Para guru, tenaga pendidik, semuanya yang telah di sini, prosesnya akan dimulai dan kita harapkan nanti setelah Provinsi DKI Jakarta, semua provinsi juga melakukan hal yang sama," ucap Jokowi.

Sejumlah gubernur juga menyampaikan harapan soal kepastian belajar tatap muka. Sebelumnya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembelajaran tatap muka, April nanti. Ini setelah dari hasil kalkulasi harian, kasus Corona diprediksi akan mencapai ledakan baru pada Mei nanti.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, pemerintah belum punya target soal pembelajaran tatap muka. Ia akan menunggu sampai vaksinasi sudah mencapai target.

"Soa target April kan masih ancang ancang. Kalau kasusnya masih laju, saya kira target kita evaluasi lagi. Kalau vaksinasi untuk guru tercapai kemungkinan kita kaji," terang NA.

Sebelumnya pemerintah memberi rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka Januari 2021. Namun rencana itu ditunda menyusul naiknya kembali angka kasus Corona di Tanah Air.

Selain itu mutasi baru Corona yang sedang menyerang Eropa juga menjadi kekhawatiran. Di Eropa, Corona dengan varian baru menyebar dengan cepat. Wabah ini bahkan sudah ditemukan di Asia.

Menurut NA, sebelum pembelajaran tatap muka dibuka, harus memenuhi semua pertimbangan keamanan. Aman bagi siswa, pengajar dan lingkungan. Harus juga dipastikan, penerapan protokol kesehatan di sekolah benar benar berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menjelaskan bahwa, hal yang harus dipahami bersama adalah upaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Pengalaman yang ada, Sulsel berada di urutan ke lima jumlah kasus Covid-19. Bahkan tertinggi di luar Pulau Jawa.

Saat ini Sulsel sudah zona hijau. Untuk mempertahankan semua ini potensi munculnya klaster baru harus bisa dihentikan. Salah satunya lingkungan sekolah.

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Jokowi #Belajar Tata Muka #Guru Divaksin
Berikan Komentar Anda