Kamis, 29 Januari 2026 16:21

Pemprov Sulsel: Rp935 M Sudah Dikucurkan untuk Pembangunan Luwu Raya

Andi Sudirman Sulaiman
Andi Sudirman Sulaiman

Irwan menegaskan, perbandingan data ini mencerminkan arah kebijakan fiskal Pemprov Sulsel yang menempatkan pemerataan dan keadilan pembangunan sebagai prioritas utama.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Andi Sudirman Sulaiman telah mengucurkan anggaran sebesar Rp935 miliar untuk memperkuat kawasan Luwu Raya. Anggaran ini dialokasikan sejak 2025 untuk berbagai sektor-sektor.

Jubir Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024, Irwan ST mengungkapkan alokasi pembangunan untuk Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD Provinsi murni. Anggaran pembangunan juga diperkuat dengan dukungan APBN yang dikelola melalui tugas pembantuan pemerintah provinsi.

"Tidak ada yang dianaktirikan dalam pembangunan di Sulsel. Jika merujuk data APBD 2025, alokasi anggaran pemprov Sulsel untuk daerah Luwu Raya sebanding atau bahkan lebih besar dari kontribusi PAD yang diterima pemerintah provinsi," ujar Irwan dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga

Berdasarkan data realisasi APBD Sulsel 2025, kontribusi pendapatan daerah dari wilayah Luwu Raya yang masuk ke kas Pemprov Sulsel tercatat sebesar Rp806 miliar. Nominal itu bersumber dari seluruh jenis pajak daerah.

Sementara alokasi anggaran belanja dalam realisasi APBD Pemprov Sulsel 2025 tercatat sebesar Rp935 miliar untuk seluruh daerah Luwu Raya. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur strategis, seperti peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi, serta pembangunan fasilitas layanan kesehatan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH).

Irwan menjelaskan, alokasi pembangunan infrastruktur melalui skema Multiyears Contract (MYC) untuk Luwu Raya merupakan yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel. Nilainya hampir mencapai Rp 400 miliar.

Program tersebut meliputi pembangunan satu unit RS Regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu, penanganan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 58.540 meter untuk optimalisasi daerah irigasi seluas sekitar 11 ribu hektare. Selain itu ada penanganan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang 35 kilometer lebih.

Selain itu, kebijakan afirmatif juga diwujudkan melalui dukungan APBN untuk sektor pertanian di Luwu Raya dengan total alokasi mencapai Rp 107 miliar. Adapula melalui dukungan APBN skema Instruksi Jalan Daerah (IJD), dilakukan intervensi Gubernur Sulsel untuk membuka akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer.

Pada tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk penanganan 4,8 kilometer, dengan sisa pekerjaan dilanjutkan pada tahun 2027. Termasuk pula penanganan Matano Belt Road dengan panjang ruas mencapai 33 kilometer.

Secara akumulatif, total dana pembangunan yang dialokasikan ke wilayah Luwu Raya sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp 1,041 triliun. Nilai tersebut menunjukkan belanja pembangunan yang diterima Luwu Raya lebih besar dibandingkan kontribusi pendapatan daerahnya ke kas Pemprov Sulsel yang sebesar Rp 806 miliar.

Irwan menegaskan, perbandingan data ini mencerminkan arah kebijakan fiskal Pemprov Sulsel yang menempatkan pemerataan dan keadilan pembangunan sebagai prioritas utama.

"Kebijakan ini disusun untuk memperkuat struktur ekonomi regional dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar yang berkelanjutan, dengan Luwu Raya sebagai salah satu lokomotif pembangunan Sulawesi Selatan ke depan. Ini juga menjadi bentuk keterbukaan informasi publik agar masyarakat memahami basis pengambilan keputusan anggaran pemerintah provinsi," pungkasnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer