Rabu, 11 Februari 2026 17:23

Wawali Aliyah Ajak Mubalig Beri Pesan Menyejukkan di Bulan Ramadan

Wawali Aliyah Ajak Mubalig Beri Pesan Menyejukkan di Bulan Ramadan

Aliyah juga memberikan perhatian khusus pada peran perempuan dengan mendorong peningkatan partisipasi muballighah dalam menyentuh persoalan sosial yang empatik dan membumi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa peran muballigh sangat strategis dalam mendukung pembangunan manusia dan penguatan karakter masyarakat di Kota Makassar. Ia menyatakan bahwa keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas moral, etika, dan kesadaran sosial warganya.

“Pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi pembangunan manusia, akhlak, toleransi, dan kesadaran sosial. Di sinilah peran muballigh menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Aliyah Mustika Ilham, Selasa (10/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Aliyah saat menutup secara resmi rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Aliyah menekankan pentingnya bagi para pendakwah untuk membawa pesan-pesan yang menyejukkan, terutama di tengah dinamika sosial yang tinggi.

“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegas Ketua BKMT Kota Makassar tersebut.

Ia juga menyoroti tantangan globalisasi dan pesatnya media sosial yang menuntut para muballigh, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Peningkatan wawasan dan metode dakwah dinilai sangat penting agar pesan keislaman yang disampaikan tetap relevan dan mampu menyentuh realitas kehidupan masyarakat saat ini.

Lebih lanjut, Aliyah mendorong adanya sinergi yang berkelanjutan antara Pemkot Makassar dan para muballigh dalam berbagai program penguatan umat.

Sinergi tersebut mencakup moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga upaya memperkuat ketahanan keluarga.

“Jika muballigh dan pemerintah berjalan bersama, maka pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” tambahnya optimis.

Aliyah juga memberikan perhatian khusus pada peran perempuan dengan mendorong peningkatan partisipasi muballighah dalam menyentuh persoalan sosial yang empatik dan membumi.

Menjelang bulan suci Ramadan, ia menitipkan harapan besar agar para muballigh menjadi motor penggerak persatuan dan penyampai doa bagi kedamaian kota.

“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucap Aliyah sebelum menutup sambutannya dengan ucapan selamat menyambut Ramadan.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar, Mohammad Syarief, melaporkan bahwa pembinaan ini merupakan angkatan keempat yang menjadi penutup rangkaian kegiatan tahun 2026.

Total peserta yang mengikuti pembinaan ini mencapai 600 orang, yang dibagi ke dalam empat gelombang kegiatan dengan masing-masing 150 peserta.

“Pembinaan ini kami rancang sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan dan wawasan kebangsaan,” kata Syarief.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemkot Makassar
Berikan Komentar Anda