Sudirman Instruksikan Dinsos Fokus Tangani Kebutuhan Darurat Korban Banjir Makassar
Banjir yang melanda membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengerahkan Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel berkoordinasi membantu penanganan banjir di Makassar. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulsel juga diturunkan membantu korban terdampak banjir.
"Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak," kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Tim yang diturunkan tidak hanya membantu evakuasi dan pelayanan warga terdampak. Tim Tagana Provinsi Sulsel juga mendirikan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.
Salah satu tenda didirikan di wilayah Blok 10 Antang sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak. Berdasarkan laporan kegiatan Tim Dinas Sosial dan Tagana Sulsel pada penanganan banjir di Kota Makassar tanggal 24 Februari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan di lapangan.
Langkah-langkah yang telah ditempuh berupa pemasangan tenda serbaguna, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian. Selain itu berkoordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.
"Mohon doanya kami akan terus membantu masyarakat terdampak melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan bencana dapat berjalan dengan baik," imbuh Andi Sudirman.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Makassar hingga Rabu (25/2) pukul 21.30 Wita, sebanyak 878 warga dari Manggala dan Biringkanaya mengungsi di 15 titik lokasi. Korban banjir mengungsi ke gedung sekolah, masjid, kosan, posyandu hingga kantor kelurahan.
Pengungsi banjir didominasi warga Biringkanaya dengan total 493 pengungsi dari Kelurahan Paccerakkang dan Katimbang. Sementara di Manggala ada 385 pengungsi dari Kelurahan Manggala dan Batua.
"Total titik pengungsian 15, total kepala keluarga 239, total jiwa 878," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar dalam keterangannya.
Ketinggian banjir yang merendam dua kecamatan tersebut bervariasi. Namun rata-rata ketinggian air mencapai 80 centimeter.
"(Rata-rata ketinggian air) 80 centimeter," ungkap Fadli.
Banjir yang melanda membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara. Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menetapkan siswa PAUD/TK, SD dan SMP belajar dari rumah alias belajar daring.
Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran bernomor: 400.3.5/33/Disdik/II/2026 yang diteken Kepala Disdik Makassar Achi Soleman pada Rabu (25/2). Pembelajaran daring ini berlaku mulai 25-28 Februari 2026.
