Muh. Syakir : Senin, 09 Maret 2026 11:45

TORUT, PEDOMANMEDIA - Perseteruan Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong (Dedy) dengan Irma Tendengan kian meruncing. Setelah melaporkan Irma atas dugaan fitnah, kini muncul nama Owen di tengah perseteruan keduanya.

Owen diduga adalah bandar narkoba yang menyokong duit Rp11 miliar kepada pasangan Dedy-Andre di Pilkada Toraja Utara. Lantas siapa Owen?

"Saya kira kalau di Toraja tidak ada yang tidak kenal ini Owen. Dia kan dikenal sebagai bandar narkoba," ujar seorang warga Toraja.

Menurut sejumlah sumber di Toraja, Owen adalah pemain lama di bisnis narkoba. Ia tak hanya mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Toraja, tapi juga hingga ke Morowali, Sulawesi Tengah.

Owen adalah anak dari Pong Penti. Pong Penti juga pemain lama di bisnis narkoba. Ia pernah ditangkap pada 2025 dan baru bebas beberapa waktu lalu.

Selain diduga bandar narkoba, Owen dan Pong Penti juga banyak dikaitkan dengan sindikat judi sabung ayam dan arena kerbau di Toraja. Timnya di arena judi tersohor dengan nama MORUT 170.

Identitas Owen sendiri mencuat dari sejumlah akun di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namanya juga ramai diperbincangkan di group-group WhatsApp.

Soal dugaan koneksinya dengan Owen, Bupati Dedy belum memberi klarifikasi. Sejumlah tim pemenangan Dedy yang dimintai tanggapan juga enggan berkomentar.

"Kalau saya tidak berani bicara soal itu. Silakan ke Pak Dedy," ujar salah seorang tim pemenangan Dedy.

Sebelumnya Irma Tendengan membongkar adanya aliran dana Rp11 miliar ke pasangan Dedy-Andre. Dedy sendiri menepis isu ini. Ia menuding Irma telah menebar fitnah.

Vendi (55), salah satu warga Torut mengatakan, aliran dana haram dari Owen adalah kunci kemenangan Dedy - Andre di Pilkada. Sebab dana itu diserahkan Owen di hari terakhir menjelang pilkada.

"Aliran dana haram itu sudah lama mencuat. Masa-masa pilkada sudah lama diperbincangkan di tengah publik," kata Vendi

"Bahkan saat itu, tim katanya sudah banyak yang menangis karena sudah kehabisan amunisi untuk serangan fajar," ungkap Vendi.

Namun di sisi lain secara hukum, Vendi ragu apa yang ditudingkan Irma kepada Bupati Toraja Utara itu, kemungkinan sulit dibuktikan.

"Kuncinya ada di ibu Irma. Kemampuan ibu Irma membuktikan nyayiannya," terang Vendi.

Atas nyayiannya di medsos, Irma dilaporkan ke polisi oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dengan tuduhan pencemaran nama baik. Irma juga dituduh menyebarkan informasi tidak benar tentang dugaan aliran dana dari pemasok narkoba ke pasangan Dedy-Andre pada Pilkada 2024 lalu.

"Makanya kita laporkan ke polisi pemilik/pengguna akun medsos (Irma) ini karena sudah fitnah," tegas Dedy.

Dilapor Pidana ITE

Sebelumnya kubu Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong (Dedy) resmi melaporkan Irma Tendengan ke Polres Torut. Laporan itu terkait postingan Irma yang menuding adanya aliran dana dari bandar narkoba sebesar Rp11 miliar ke kubu Dedy-Andre di Pilkada lalu.

Irma dilaporkan oleh pengacara Abner Buntang pada Kamis 26 Februari 2026. Irma dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan tindak pidana kejahatan ITE.

Menanggapi laporan kubu Frederik, Irma mengaku tak gentar. Dalam postingannya di FB, Irma mengisyaratkan siap melakukan perlawanan.

"Okelah ditunggu secepatnya undangannya ya !!! Sekaligus kode booking tiket pesawat PP ya. Kalau ngak siapa juga mau ladenin," tulis Irma.

Menurut Irma, apa yang ia tuliskan dalam postingannya, adalah fakta yang tak bisa dibantah kubu Frederik. Ia juga mengaku tidak akan berhenti bersuara sampai uang yang ia sumbangkan untuk tim pemenangan Dedy-Andre di Pilkada Torut dikembalikan.

"Kecuali uangku itu di kembalikan dengan ketentuan 3x lipat ya. Soalnya malam itu uangku puluhan juta di butuhkan saat kondisi mendadak lho," beber Irma.

Unggahan Irma Facebook sebelumnya menuai perhatian publik. Dalam postingannya, ia menulis tentang hubungan koneksitas Bupati Toraja Utama Frederik Victor Palimbong dengan seorang pengedar narkoba bernama Oliv.

Irma dengan terbuka menyebut, Oliv adalah bagian dari tim pemenangan Frederik pada Pilkada Torut lalu. Irma juga menuding Frederik menerima aliran dana Rp11 miliar dari salah seorang bandar narkoba saat Pilkada Torut.