Jumat, 13 Maret 2026 13:04

Aktivis: Polda Sulsel Harus Tangkap Owen

Mapolda Sulsel.
Mapolda Sulsel.

Hanya saja, sulit untuk membongkar simpul-simpul jaringan ini karena mereka masih saling melindungi.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Para pegiat antinarkoba mendesak Polda Sulawesi Selatan menangkap Owen, pria yang disebut-sebut sebagai pengendali utama peredaran narkoba di Toraja. Aktivis menilai, penangkapan Owen bisa membuka rantai jaringan besar di wilayah Toraja.

"Ini PR polisi. Polisi harus menyelidiki siapa ini Owen. Apa benar dia bandar narkoba. Kalau benar ya harusnya ditangkap," ujar Andi Tenri Farida, pegiat antinarkoba Sulsel, kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (13/3/2026).

Nama Owen mencuat di tengah perseteruan Bupati Torut Frederik Victor Palimbong dengan Irma Tendengan. Owen diduga adalah bandar narkoba yang menyokong duit Rp11 miliar kepada pasangan Dedy-Andre di Pilkada Toraja Utara.

Baca Juga

Dedy membantah tudingan itu. Menurut sejumlah sumber, Owen adalah pemain lama di bisnis narkoba.

Ia tak hanya mengendalikan wilayah Toraja, tapi juga hingga ke Morowali, Sulawesi Tengah. Owen adalah anak dari Pong Penti.

Pong Penti sendiri pernah terjerat kasus peredaran narkoba. Ia ditangkap pada 2025 dan baru bebas beberapa waktu lalu.

Selain diduga bandar narkoba, Owen dan Pong Penti juga banyak dikaitkan dengan sindikat judi sabung ayam dan arena kerbau di Toraja. Timnya di arena judi tersohor dengan nama MORUT 170.

Farida menyoroti respons polisi yang lamban. Seharusnya kata dia, informasi mengenai Owen segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang lebih serius.

"Kan selama ini sepak terjang Owen hanya dibongkar di media sosial. Tapi aparat diam? Harusnya kan kebenaran mengenai Owen diusut," ucap Farida.

Farida menilai, aparat tidak peka dan hanya membiarkan isu itu menggelinding sendiri.

"Akhirnya publik jadi apriori apakah polisi ini serius mau memberantas narkoba atau tidak. Kan informasi awal soal Owen sudah ada. Mestinya diusut agar kita sama sama dapat kepastian, dia bandar atau bukan," paparnya.

Menurut Farida, Owen bisa menjadi pintu masuk untuk penyelidikan yang lebih konkret. 

"Kalau benar dia bandar, banyak yang bisa dibuka dari Owen. Polisi akan menemukan alur-alur pasokan narkoba. Termasuk soal sokongan dana ke Dedy-Andre, itu bisa dibuktikan benar tidaknya," terang dia. 

Jangan Libatkan Polres Torut

Farida meminta penyelidikan terkait Owen dilakukan oleh BNN dan Polda Sulsel tanpa melibatkan Polres Torut. Farida sangsi, Polres Torut bisa bekerja independen dalam kasus ini.

"Wajar kalau kami ragu. Kasat Narkoba Polres Torut yang kita harapkan jadi garda terdepan pemberantasan narkoba justru menjadi beking para pengedar. Inikan sangat miris. Artinya, di tubuh Polres saja sudah tidak beres," ketus Farida.

Farida menilai kasus narkoba di Toraja sudah di titik paling mengerikan.

"Sudah darurat. Jaringan pengedar sudah masuk terlalu dalam di sana (Toraja)," sebut Farida.

Ia menduga, tak hanya Kasat Narkoba, ada oknum aparat yang juga terlibat dalam rantai jaringan narkoba di Toraja. Hanya saja, sulit untuk membongkar simpul-simpulnya karena mereka masih saling melindungi.

"Bisa saja kan di atas Kasat Narkoba ada yang terlibat. Dan kami tantang Kapolda untuk mengusut tuntas jaringan tersebut," jelasnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Jaringan Narkoba Toraja #Polda Sulsel
Berikan Komentar Anda