Minggu, 19 April 2026 11:11

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang Lagi, Tentara Prancis Tewas

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Diserang Lagi, Tentara Prancis Tewas

Vautrin mengatakan pos terdepan yang mereka tuju telah terputus selama beberapa hari karena pertempuran di daerah tersebut.

BEIRUT, PEDOMANMEDIA - Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, kembali terjadi pada Sabtu (18/4). Seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

UNIFIL dalam keterangannya mengatakan pasukan tersebut diserang saat membersihkan amunisi peledak di sepanjang jalan di Desa Ghandouriyeh. UNIFIL menyebut pasukan itu menjadi sasaran tembakan senjata ringan oleh aktor non-negara.

"Kami menyampaikan duka cita yang tulus kepada keluarga, teman, dan rekan kerja dari penjaga perdamaian pemberani yang kehilangan nyawanya dalam tugas menjaga perdamaian. Doa dan harapan kami menyertai pemulihan yang cepat dan sempurna bagi para penjaga perdamaian yang terluka," demikian keterangan tersebut.

UNIFIL akan menyelidiki peristiwa tersebut demi mengungkap pelaku penyerangan itu. UNIFIL mengingatkan serangan yang disengaja kepada pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701. Tindakan itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

"UNIFIL mengutuk serangan disengaja ini terhadap pasukan penjaga perdamaian yang sedang menjalankan tugas sesuai mandatnya. Pekerjaan tim penanganan bahan peledak sangat vital di wilayah operasi misi, terutama setelah memanasnya permusuhan baru-baru ini," ujar keterangan tersebut.

Macron Duga Dilakukan Hizbullah

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh serangan kepada tentara Prancis di UNIFIL dilakukan oleh Hizbullah. Ia mendesak otoritas Lebanon untuk menangkap pelaku.

"Semuanya mengarah pada Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ini," kata Macron dikutip dari AFP.

Namun, tuduhan Macron dibantah Hizbullah. Kelompok tersebut meminta untuk semua pihak berhati-hati dalam menuduh pihak yang bertanggung jawab.

"Hizbullah membantah segala keterkaitan dengan insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di daerah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," kata Hizbullah dalam pernyataan yang diterbitkan AFP.

Tentara Prancis yang gugur saat menjalankan misi UNIFIL itu ialah sersan staf Florian Montorio. Ia menjadi tentara Prancis kedua yang tewas dalam menjaga perdamaian.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menuturkan Montorio terjebak dalam penyergapan saat unitnya menuju pos terdepan UNIFIL. Dia meninggal karena tembakan langsung.

Vautrin mengatakan pos terdepan yang mereka tuju telah terputus selama beberapa hari karena pertempuran di daerah tersebut.

"Penyergapan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata dari jarak yang sangat dekat," katanya.

Vautrin menambahkan bahwa Montorio sempat diberikan pertolongan oleh rekan-rekannya. Namun, nyawanya tidak selamat.

 

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda