Senin, 27 April 2026 08:41

Pemprov Sulsel Target 3.059 Koperasi Merah Putih Bisa Beroperasi Penuh

Pemprov Sulsel Target 3.059 Koperasi Merah Putih Bisa Beroperasi Penuh

Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah memastikan terus mencari solusi agar pembangunan KDKMP tetap berjalan sesuai target.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Eka Prasetya, mengungkapkan hingga saat ini jumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah terbentuk mencapai 3.059 unit.

Namun, dari jumlah tersebut, baru 107 koperasi yang telah beroperasi.

“Hingga saat ini jumlah KDMP yang telah terbentuk 3.059 dan untuk KDKMP yang telah beroperasi sebanyak 107 koperasi. Kemudian gerai KDKMP dengan bangunan baru yang sedang dibangun sebanyak 725 unit,” ujar Andi Eka, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga

Ia menambahkan, sebanyak 64 unit gerai koperasi telah rampung 100 persen. Sementara itu, pembangunan gerai dan infrastruktur koperasi lainnya masih terus berlangsung di berbagai daerah, baik di desa maupun kelurahan.

“KDMP yang telah selesai pembangunannya 100 persen sebanyak 64 unit. Tentunya di berbagai daerah sementara dalam pembangunan progres gerai dan infrastruktur lainnya koperasi desa maupun kelurahan Merah Putih,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh koperasi yang telah terbentuk dapat segera rampung dan beroperasi penuh.

“Targetnya adalah 3.059. Semua harus 100 persen, kemudian semua harus beroperasi. Tentunya ini sesuai dengan instruksi percepatan pembangunan gerai dan infrastruktur lainnya,” lanjutnya.

Meski demikian, Andi Eka mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan untuk pembangunan gerai koperasi.

“Memang kita akui kendala lahan menjadi salah satu hambatan. Tidak semua desa, bahkan di kota, tersedia lahan. Contohnya di wilayah kepulauan, rumah penduduk saja sudah berada di pinggir pantai,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi geografis dan kepadatan penduduk di sejumlah wilayah, termasuk daerah pegunungan dan kawasan padat, turut menyulitkan penyediaan lahan.

“Di desa pegunungan misalnya, kondisi lahannya terbatas. Begitu juga di kota-kota padat penduduk, sangat sulit menemukan lahan yang tersedia untuk pembangunan,” katanya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah memastikan terus mencari solusi agar pembangunan KDKMP tetap berjalan sesuai target.

“Sejauh ini pemerintah masih berupaya mencari solusi terkait kendala tersebut. Karena ini berkaitan dengan kondisi alam dan geografis,” imbuh dia.

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda