JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI mencatat penjualan 300 unit aset dalam gelaran BPA Fair 2026. Total nilai hasil lelang mencapai hampir Rp 1 triliun atau tepatnya Rp 997,4 miliar.
Kepala Badan Pemulihan Aset Kuntadi menyebut capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan panitia. Dari total 308 unit aset yang dilelang, hanya delapan unit yang tidak terjual.
“Total aset yang kami lelang pada kegiatan ini adalah 308 unit. Total aset yang terjual 300 unit. Artinya hanya 8 unit yang tidak terjual,” kata Kuntadi saat menutup BPA Fair di Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5).
Kuntadi mengatakan animo masyarakat terhadap lelang aset negara tergolong tinggi. Sepanjang penyelenggaraan, tercatat lebih dari 1.900 pengunjung hadir dan sekitar 1.700 orang mengikuti proses lelang.
Dari sisi nilai, total limit aset yang berhasil terjual mencapai Rp 922,2 miliar. Angka itu meningkat setelah proses bidding, dengan kenaikan hasil lelang sekitar Rp 74,7 miliar.
“Sedangkan nilai total limit aset yang laku adalah Rp 922.267.070.000. Nilai kenaikan harga hasil lelang dapat kami raih Rp 74.758.949.000. Sehingga nilai total hasil lelang Rp 997.479.436.000,” tutur Kuntadi.
Ia menambahkan persentase keberhasilan lelang tahun ini mencapai 88,64 persen, melampaui target internal sebesar 75 persen.
“Sehingga persentase keberhasilan lelang kali ini adalah 88,64 persen. Ini merupakan capaian di atas target kami 75 persen,” kata dia.
Menurut Kuntadi, capaian BPA Fair 2026 meningkat signifikan dibanding pelaksanaan lelang konvensional skala nasional sebelumnya.
“Angka-angka di atas memperlihatkan peningkatan pencapaian hasil lelang sebesar 481 persen dari pencapaian lelang bulanan tahun 2026 yang dilaksanakan secara konvensional dengan skala nasional,” ujar dia.
Adapun, barang-barang yang dilelang meliputi mobil mewah, motor dengan cc besar, lukisan emas, alat musik, barang-barang perhiasan, tas, hingga replika kursi firaun.
Delapan item yang belum laku terjual termasuk beberapa lukisan emas serta mobil.
"Ada beberapa lukisan emas itu tidak laku, belum laku ya. Ada mobil tadi, mobil Jeep tadi. Ada mobil Mercedes warna putih juga belum laku, ya. Ada beberapa," ucap Kuntadi.
BERITA TERKAIT
-
Kejagung: BPK Bukan Satu-satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
-
Surati Kejagung, Laksus Minta Kasus Korupsi Bibit Nanas di Kejati Sulsel jadi Atensi
-
Mutasi Kejagung, Sutikno jadi Kajati Jawa Barat
-
Hery Susanto Ditangkap Kejagung, Ombudsman Minta Maaf ke Publik
-
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditetapkan Tersangka Suap Rp1,5 M, Langsung Ditahan