NH: Kantongi Diskresi dari Bahlil, IAS Tetap Butuh Dukungan DPD II
Surat diskresi itu diterima langsung IAS dan disaksikan Waketum DPP Golkar Wihaji hingga Bendum Sari Yuliati dan Sekjen Sarmuji.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Politikus senior Golkar asal Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Halid mengatakan, diskresi yang diberikan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) adalah bentuk persetujuan untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel, IAS tetap membutuhkan dukungan DPD II.
"Diskresi itukan persetujuan dari Ketum untuk maju sebagai Calcarea n Ketua Golkar Sulsel. Jadi itu rekomendasi," ujar NH, kemarin.
NH awalnya mengaku turut mendampingi IAS saat penyerahan diskresi tersebut di kantor DPP Golkar, Jakarta. NH mengklaim diundang langsung oleh Bahlil.
"Saya sebagai senior partai Golkar pernah jadi ketua harian maupun wakil ketua umum Golkar itu diajak oleh Ketum (Bahlil) untuk menyaksikan penyerahan diskresi," ujar NH.
NH menyebut diskresi itu akan digunakan IAS sebagai tiket untuk mencalonkan sebagai kandidat ketua Golkar Sulsel di Musda. IAS butuh diskresi karena pernah pindah partai dan kembali menjadi anggota Golkar.
"Pak IAS kan tidak memenuhi syarat berkaitan dengan pernah ke partai lain, di mana kembali menjadi anggota Golkar belum cukup lima tahun. Jadi diskresinya adalah bahwa itu berarti memperkenankan dan menyetujui untuk maju menjadi calon ketua Golkar Sulsel," kata NH.
Dia lantas menyinggung adanya aturan bagi kandidat calon ketua Golkar Sulsel membutuhkan minimal 30 persen dukungan DPD II. Aturan itu tertuang dalam peraturan organisasi (PO) Golkar dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Musda.
"Iya tetap (butuh dukungan DPD II). Sesuai dengan PO dan Juklak, dimana salah satu persyaratannya adalah bahwa calon ketua itu harus mendapatkan minimal 30 persen dari voters," kata NH.
Atas kondisi itu, IAS dipastikan akan melakukan sosialisasi ke DPD II sebelum Musda digelar. Dukungan DPD II tetap dibutuhkan agar IAS bisa memenuhi syarat dukungan pemilik suara.
"Tentu Pak IAS harus sosialisasi dan yakinkan DPD II untuk mendapatkan dukungan dan telah mendapatkan persetujuan untuk menjadi calon ketua," sambung mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel ini.
Meski demikian, NH menilai IAS secara tidak langsung telah direstui Ketum Bahlil jadi Ketua Golkar Sulsel. NH turut menyatakan mendukung IAS di Musda.
"Kenapa itu diskresi dikeluarkan tentu melihat potensi Pak Ilham yang bisa mengembalikan kejayaan Golkar. Tapi kalau saya lihat dengan diskresi yang diberikan, itu bertanda bahwa secara tidak langsung Ketua Umum setuju Pak Ilham jadi ketua Golkar Sulsel," katanya.
"Saya sebagai kader senior Partai Golkar sekaligus Anggota DPR RI dapil II Sulsel tentu tegak lurus kepada keputusan pimpinan. Karena kita kan harus loyal kepada organisasi," imbuh legislator Senayan ini.
Diketahui, IAS menerima surat diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil di kantor DPP Golkar, Rabu (24/6) malam. Surat diskresi diberikan ke IAS untuk maju sebagai calon ketua di Musda DPD I Golkar Sulsel.
Surat diskresi itu diterima langsung IAS dan disaksikan Waketum DPP Golkar Wihaji hingga Bendum Sari Yuliati dan Sekjen Sarmuji. Selain Nurdin Halid, politikus Golkar asal Sulsel Supriansah juga hadir di lokasi.
"(Surat diskresi) sudah sama IAS, diserahkan jam 19.00 tadi di DPP Golkar," ujar Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin Mohamad Said.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
