Muh. Syakir : Sabtu, 25 Juli 2026 09:50

 

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus mendampingi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu agar rantai distribusi semakin efisien dan daya saing produk daerah terus meningkat.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengatakan salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku ekspor adalah tingginya biaya logistik sehingga diperlukan pendampingan agar biaya yang dibutuhkan dapat ditekan.

“Kami ingin hadir tidak hanya saat seremonial, tetapi juga mendampingi UMKM dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari efisiensi biaya logistik, penguatan jejaring bisnis, hingga perluasan akses pasar internasional,” katanya seusai melepas ekspor 10,2 ton kemiri olahan menuju Jeddah, Arab Saudi.

Fatmawati menjelaskan, keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang menitikberatkan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian. Selama pelaku usaha terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, peluang di pasar global akan terus terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wipanda menjelaskan, keberhasilan perusahaan tersebut melakukan ekspor merupakan hasil pendampingan menyeluruh melalui Program REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan pada pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.

“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global," ujarnya.