Makassar Status Tanggap Darurat Kekeringan, PLN UIP Sulawesi Siap Ambil Peran
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa semakin siap menghadapi potensi bencana.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Dalam semangat HUT ke-81 RI, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Makassar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kekeringan dan potensi kebakaran.
Dukungan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Makassar yang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan akibat dampak fenomena El Nino pada Agustus 2026. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Makassar bersama BPBD Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Kota Makassar Tahun 2026 yang melibatkan unsur pemerintahan, Forkopimda, perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi krisis air bersih, ancaman kebakaran, serta pemetaan wilayah terdampak kekeringan di Kota Makassar. Melalui koordinasi terpadu, penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terarah.
Sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung ketahanan masyarakat, PLN UIP Sulawesi turut mengambil peran melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran di lingkungan permukiman.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen untuk terus hadir tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“PLN UIP Sulawesi mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Makassar dan BPBD dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tanggap darurat kekeringan. Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026 di Kaluku Bodoa, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin tangguh, waspada, dan memiliki kapasitas dalam melakukan langkah pencegahan serta respons awal terhadap risiko kekeringan dan kebakaran,” ujar Aditya.
Aditya menjelaskan, program tersebut disiapkan melalui sejumlah intervensi prioritas, mulai dari pemetaan risiko, penyusunan SOP tanggap darurat, pelatihan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana dan kader perempuan, edukasi keselamatan kelistrikan, sosialisasi pencegahan kebakaran, kampanye hemat air, hingga penguatan fasilitas pendukung kesiapsiagaan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, aspek keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman diharapkan dapat mengurangi potensi risiko kebakaran rumah tangga.
“Kami juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan kelistrikan, seperti menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, memastikan kabel dan instalasi dalam kondisi aman, serta memahami langkah yang tepat apabila terjadi potensi gangguan kelistrikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran sejak dari rumah,” tambah Aditya.
Selain itu, PLN UIP Sulawesi juga mendorong penguatan peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, mulai dari edukasi penggunaan air secara bijak, pengelolaan logistik keluarga, pendataan kelompok rentan, hingga penyebaran informasi kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UIP Sulawesi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tengah status tanggap darurat kekeringan. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai pihak agar upaya mitigasi dan respons darurat dapat berjalan efektif.
“Dalam situasi tanggap darurat kekeringan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting. Dukungan PLN UIP Sulawesi melalui Program Desa Siaga Bencana di Kaluku Bodoa merupakan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas masyarakat, terutama untuk menghadapi krisis air bersih dan potensi kebakaran,” ujar Fadli.
Fadli menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan BUMN, menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi, pelatihan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan rencana operasi tanggap darurat bencana kekeringan di Kota Makassar.
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa semakin siap menghadapi potensi bencana, mampu melakukan pencegahan sejak dini, serta dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Program ini juga menjadi wujud dukungan PLN terhadap peningkatan ketahanan masyarakat, penguatan keselamatan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
Penulis : Edo
