Minggu, 06 September 2026 13:53

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jakarta, 4 Bandara Lumpuh

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Kepung Jakarta, 4 Bandara Lumpuh

BMKG telah merilis 50 peringatan dini cuaca penerbangan (Significant Meteorological Information/SIGMET) secara berkala sejak letusan awal terjadi pada Jumat (4/9) malam demi memitigasi bahaya navigasi udara.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terbagi ke dalam dua klaster besar per Minggu (6/9) pagi. Sebaran material vulkanik tersebut membentang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa dinamika pergerakan abu vulkanik bergerak ke dua arah yang berbeda berdasarkan lapisan ketinggian atmosfer.

“Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” ujar Andri dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Pada lapisan hingga ketinggian 20.000 kaki, partikel abu berhembus ke arah timur laut hingga selatan, yang mencakup sebagian langit DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara pada lapisan ketinggian hingga 50.000 kaki, material vulkanik membentang ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.

Hingga saat ini, BMKG telah merilis 50 peringatan dini cuaca penerbangan (Significant Meteorological Information/SIGMET) secara berkala sejak letusan awal terjadi pada Jumat (4/9) malam demi memitigasi bahaya navigasi udara.

4 Bandara Lumpuh Sementara

Paparan abu vulkanik di ruang udara memicu terbitnya Notice to Airmen (NOTAM) penutupan operasional sementara di empat bandara di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Lampung pada rentang waktu yang berbeda.

Keempat bandara tersebut yakni:

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)

Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur, DKI Jakarta)

Bandara Radin Inten II (Lampung)

Bandara Budiarto (Curug, Tangerang)

Langkah penutupan sementara ini diambil oleh Otoritas Bandar Udara melalui koordinasi intensif bersama BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara (InJourney dan UPBU), serta TNI.

Evaluasi pembukaan maupun perpanjangan operasional bandara terus diperbarui secara dinamis menyesuaikan pergerakan arah angin dan uji fisik landasan pacu.

Potensi Tsunami Masih Rendah

Di tengah meluasnya sebaran abu, BMKG memastikan kondisi permukaan laut di kawasan Selat Sunda masih terkendali dan tidak menunjukkan tanda-tanda ancaman gelombang pasang.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memaparkan bahwa pemantauan dari 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak mencatat adanya anomali air laut.

“Analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung mencatat probabilitas tsunami pada saat tersebut berada di tingkat rendah, di bawah 40 persen, dengan tinggi gelombang laut yang terjaga di kisaran satu meter,” jelas Ardhasena.

Kendati demikian, BMKG mencatat adanya fenomena sekunder erupsi berupa lonjakan sambaran petir vulkanik serta gangguan geomagnetik dalam 12 jam terakhir, yang terpantau pada sensor pengamatan di Lampung Selatan dan Serang. Namun, intensitas gangguan tersebut dipastikan tidak sebesar fase awal letusan.

 

Editor : Muh. Syakir
#Gunung Anak Krakatau
Berikan Komentar Anda