PLN Inventarisasi Lahan Sutet Wotu–Bungku, Perkuat Backbone Kelistrikan Sulawesi
Proses pengadaan tanah dilakukan dengan mengacu pada tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
MOROWALI, PEDOMANMEDIA - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Selatan melaksanakan survei identifikasi dan inventarisasi lahan untuk pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku di Desa Korompeeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengadaan tanah pada jalur transmisi SUTET 275 kV Wotu–Bungku. Infrastruktur ini disiapkan sebagai salah satu *backbone* 275 kV sistem kelistrikan Sulawesi yang berperan penting dalam memperkuat keandalan pasokan listrik, khususnya di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.
Dalam pelaksanaannya, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melakukan verifikasi dan validasi terhadap status kepemilikan lahan yang akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur transmisi. Kegiatan tersebut melibatkan PLN UPP Sulawesi Selatan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morowali Utara, Dinas Pertanian, serta Pemerintah Desa Korompeeli.
Survei identifikasi dan inventarisasi dilakukan terhadap tiga titik tapak tower, yang terdiri atas satu titik pada aset Pemerintah Daerah Morowali Utara. Hasil kegiatan ini menjadi dasar untuk memastikan kejelasan status lahan sebelum proses kerja sama pemanfaatan lahan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manager PLN UPP Sulawesi Selatan, Ronald Paschalis Foudubun, menyampaikan bahwa proses pengadaan tanah merupakan tahapan penting dalam mendukung kesiapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“PLN memastikan setiap tahapan pengadaan tanah dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. Melalui survei identifikasi dan inventarisasi ini, kami bersama pemerintah daerah melakukan verifikasi terhadap status lahan agar proses berikutnya dapat berjalan dengan baik,” ujar Ronald.
Ronald menambahkan, pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi. Kehadiran jaringan transmisi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keandalan penyaluran tenaga listrik, terutama untuk mendukung kebutuhan masyarakat, layanan publik, serta pertumbuhan industri dan ekonomi di Sulawesi Tengah.
“Jalur transmisi ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem kelistrikan Sulawesi. Dengan infrastruktur yang semakin andal, PLN berharap kebutuhan listrik masyarakat dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Morowali dan Morowali Utara, dapat semakin didukung,” tambahnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Morowali Utara, Delfia Parenta, menyampaikan dukungan terhadap proses identifikasi dan inventarisasi lahan yang dilakukan bersama PLN. Menurutnya, koordinasi tersebut penting untuk memastikan status aset pemerintah daerah dapat diverifikasi secara tertib dan sesuai ketentuan.
“Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mendukung proses koordinasi dan verifikasi yang dilakukan bersama PLN. Kami berharap tahapan ini dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan, sehingga rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang memberi manfaat bagi masyarakat dapat terus berproses dengan baik,” ujar Delfia.
Proses pengadaan tanah dilakukan dengan mengacu pada tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan tertib administrasi, memiliki kepastian hukum, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa, PLN berharap proses pengadaan lahan SUTET 275 kV Wotu–Bungku dapat berjalan lancar. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi.
Penulis : Edo
