PKB Berbenah di Wajo, Percepat Konsolidasi Hingga Pelosok Desa
Bagi PKB Wajo, pembenahan kepengurusan bukan sekadar memenuhi struktur organisasi, melainkan bagian dari transformasi menuju partai yang adaptif.
WAJO, PEDOMANMEDIA - Semangat pembenahan organisasi terus bergelora di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Wajo. Mengusung tekad menjadikan Partai Hijau sebagai kekuatan politik yang modern, solid, dan berakar kuat di masyarakat, DPC PKB Wajo menggelar koordinasi persiapan rapat bersama Tim Penyusun Kepengurusan (TPK) DPW Sulawesi Selatan.
Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPC PKB Wajo, Senin (14/9), dipimpin Ketua DPC PKB Wajo, H Sumardi, didampingi jajaran pengurus serta TPK DPW yang terdiri atas A Yoga Fadel Akbar (Anggota DPRD Sulsel), M Nawir, dan Al Mujahid Akmal.
Dalam paparannya, H Sumardi menjelaskan bahwa penyusunan kepengurusan baru terus dikebut hingga tingkat akar rumput. Struktur organisasi mencakup 14 DPAC, 48 kelurahan, dan 142 desa sebagai pengurus ranting.
“Sesuai juknis terbaru, sekitar delapan kecamatan sudah lengkap. Sisanya masih dalam proses, namun posisi ketuanya telah terisi 100 persen. Kami optimistis seluruh DPAC rampung sehingga dapat mengikuti rapat koordinasi bersama TPK Wilayah,” ujar Sumardi.
Ia menegaskan, target penyelesaian kepengurusan tingkat kecamatan paling lambat empat hari ke depan. Setelah itu, perhatian akan difokuskan pada pembentukan pengurus ranting dengan sasaran tuntas pada akhir September, sebelum orientasi, pengukuhan, dan Musyawarah Kerja Cabang digelar pada Oktober mendatang.
Peran Aleg Sangat Diharapkan
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah keterlibatan anggota legislatif PKB dalam proses pembentukan kepengurusan. Menurut Sumardi, para aleg memiliki posisi strategis untuk menghadirkan kader-kader berkualitas di setiap tingkatan.
“Kontribusi aleg, baik di kabupaten maupun provinsi, sangat kami harapkan. Mereka memahami wilayah dapilnya dan dapat merekomendasikan figur terbaik untuk memperkuat struktur partai,” katanya.
Kehadiran pengurus yang lahir dari proses seleksi yang baik diyakini akan memudahkan koordinasi serta pelaksanaan program-program strategis PKB hingga ke tingkat desa.
Bagi PKB Wajo, pembenahan kepengurusan bukan sekadar memenuhi struktur organisasi, melainkan bagian dari transformasi menuju partai yang adaptif menghadapi dinamika politik lokal.
Sumardi menekankan pentingnya menyatukan seluruh potensi kader dalam satu gerakan yang terarah.
“Kita harus bergerak dalam satu barisan, satu instruksi, dan satu tujuan. Pengalaman sahabat-sahabat di kecamatan dan desa menjadi modal utama karena mereka paling memahami karakter masyarakat di wilayahnya,” tegasnya.
Di tengah manuver politik yang semakin dinamis, PKB Wajo juga menempatkan regenerasi sebagai agenda prioritas. Kaderisasi pemimpin muda akan terus diperkuat agar Partai Hijau di Bumi Lamaddukelleng mampu menjadi role model pembenahan organisasi sekaligus menghadirkan kepemimpinan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
