Jumat, 09 Oktober 2026 20:17

Sekda Toraja Utara Salvius Pasang Dituding Tutupi Kasus 70 Siswa Keracunan MBG

Sekda Toraja Utara Salvius Pasang Dituding Tutupi Kasus 70 Siswa Keracunan MBG

Salvius dinilai tidak transparan dalam penanganan informasi publik terkait program strategis nasional tersebut.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang, dituding berupaya menutupi kejadian dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sekitar 70 orang siswa dan guru di SMAN 3 Toraja Utara, Jumat, 9 Oktober 2026.

Sebagai Sekda, Salvius merupakan pimpinan birokrasi tertinggi di daerah yang mengkoordinasikan perangkat daerah dan memastikan kebijakan Program MBG berjalan selaras dengan arahan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Perpres No. 115 Tahun 2025 dan Surat Edaran Kemendagri.

Namun setelah adanya informasi keracunan siswa di sekolah tersebut yang diduga usai menyantap menu MBG, tidak ada keterangan resmi dari pemerintah daerah. Sekda Salvius Pasang dikabarkan bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi.

Di kalangan wartawan, Salvius dinilai tidak transparan dalam penanganan informasi publik terkait program strategis nasional tersebut.

"Pak Sekda harus buka data yang real, jangan malahan berupaya menutupi kejadian tersebut," ujar sejumlah warga di Rantepao.

PEDOMANMEDIA masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Sekda Toraja Utara, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan pihak SPPG penyelenggara MBG. Publik berharap Pemkab Toraja Utara segera memberikan klarifikasi terbuka demi keselamatan siswa dan kepercayaan orang tua terhadap Program MBG.

Siswa Mengeluh Mual dan Muntah

Sebanyak 74 siswa dan guru di SMAN 3 Kabupaten Toraja Utara (Torut) diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Mereka mengeluh mengalami gangguan perencanaan.

Kepala SMAN 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang mengatakan, para siswa dan guru diduga keracunan pada Kamis (8/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Para siswa dan guru mengeluh sakit perut, mual, dan muntah.

Lukas mengklaim siswa dan guru mengeluh mual dan muntah sehari setelah menyantap MBG. Dia berdalih MBG belum disajikan pada hari siswa dan guru diduga mengalami keracunan massal.

"Kita belum pastikan keracunan MBG karena mereka belum konsumsi menu MBG hari itu. Kejadiannya kan jam 10.00 Wita, waktu itu MBG belum diantarkan karena jadwal kita di sini sekitar jam 12.00 Wita. Hanya saja kejadiannya massal," ungkapnya.

 

Penulis : Gista
Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda