BALIKPAPAN, PEDOMANMEDIA - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kian eskalatif. Paparan asap karhutla saat ini dilaporkan telah mencapai beberapa kota di Filipina.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) melaporkan kabut asap lintas negara atau transboundary smoke haze menyelimuti sebagian wilayah Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera bagian tengah dan selatan, sebagian Kalimantan, hingga Filipina bagian selatan.
Dalam laporannya per 12 Oktober 2026 pukul 10.58 WIB, hotspot tersebar di Kalimantan dan Sumatera, sementara tidak terdeteksi adanya hotspot negara ASEAN lainnya. Kualitas udara di Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Sumatera bagian tengah sampai ke selatan juga berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Bukan hanya di sekitar lokasi kebakaran, laporan ASMC juga menunjukkan dampak asap melintasi batas negara Indonesia mengikuti kondisi angin. Cakupan keseluruhan hotspot dan kabut asap belum bisa dipastikan kembali karena masih tertutup awan.
Selain Malaysia dan Singapura, asap akibat karhutla Kalimantan dan Sumatera juga menyebar sampai ke Filipina berdasarkan pantauan pada Senin, (12/10/2026). Di bulan September lalu, Philippine Information Agency juga sempat melaporkan asap dari kebakaran musiman di Indonesia telah mencapai beberapa wilayah Filipina, termasuk Metro Manila yang jaraknya 800 kilometer lebih dari Indonesia.
ASMC memperkirakan cuaca kering masih bertahan di sebagian kawasan ASEAN bagian selatan dalam beberapa hari ke depan. Hujan berpeluang memperbaiki kondisi di sejumlah wilayah, tetapi risiko kabut asap lintas negara masih ada, terutama di daerah yang mengalami kekeringan berkepanjangan. Angin di kawasan selatan ASEAN diperkirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya.
Dampak kabut asap tak main-main. Melansir Channel NewsAsia pada Senin, (12/10/2026), Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek adanya keputusan untuk menutup sekolah karena kondisi kualitas udara yang buruk, tetapi keputusan itu diserahkan ke masing-masing wilayah.
Penutupan kegiatan belajar mengajar ini mempertimbangkan perubahan indeks polusi udara dari waktu ke waktu. Di Johor, seluruh sekolah dan institusi pendidikan dijadwalkan tutup selama lima hari, terhitung mulai dari 12-16 Oktober 2026, akibat kondisi kabut asap yang memburuk.
Hal yang sama juga berlaku di Singapura di mana kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat. Kabut asap pekat terlihat bergerak dari Sumatera bagian selatan menuju Singapura. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan dan kegiatan pendidikan.
ASMC Prediksi Risiko Kabut Asap Masih Berlanjut
ASMC memperkirakan cuaca kering masih akan bertahan di sebagian kawasan ASEAN bagian selatan dalam beberapa hari mendatang. Pengecualian diperkirakan terjadi di Semenanjung Malaysia, Sumatera bagian utara dan tengah, juga Borneo bagian utara yang berpeluang mengalami hujan.
Hujan memang bisa mengurangi hotspot dan kabut asap, tetapi risiko asap lintas negara tetap masih ada. Angin di kawasan ASEAN bagian selatan diperkirakan bertiup dari tenggara hingga barat daya. Kondisi angin ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan asap ke wilayah lain, termasuk asap dari Indonesia ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Menjelang akhir Oktober, Monsun Barat Daya diperkirakan berangsur beralih menuju periode peralihan yang ditandai dengan turunnya intensitas angin yang berpotensi menyebarkan asap karhutla dari Indonesia. El Nino juga diperkirakan masih berlangsung dan menguat di Oktober-November 2026. Curah hujan masih diperkirakan rendah di sebagian besar kawasan ASEAN, sehingga hotspot dan kabut asap diperkirakan masih akan terus berlanjut.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Karhutla Masih Berkepanjangan, 64 Pesawat-54.394 Personel Sudah Dikerahkan
-
Prabowo Minta Kapolri Kirim Nama-nama Korporasi yang Terlibat Karhutla
-
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Terbanyak
-
Tito Ultimatum tak Boleh Ada Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
-
Darurat Karhutla, Prabowo Terbang ke Kalimantan