Sabtu, 17 Oktober 2026 13:19

Usai Disergap TNI, 2 Anggota OPM di Maybrat Menyerahkan Diri

Usai Disergap TNI, 2 Anggota OPM di Maybrat Menyerahkan Diri

Insiden itu juga mengakibatkan Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya tewas ditembak. TNI turut menyita satu pucuk senjata api jenis AK 101.

MAYBRAT, PEDOMANMEDIA - Dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerahkan diri sehari setelah operasi penyergapan tim gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Keduanya bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem.

Anton dan Yesias lolos dalam operasi penyergapan itu. Ia kabur ke sungai saat terjadi kontak tembak dan sempat dinyatakan tewas.

Ternyata keduanya masih hidup. Kemarin, keduanya resmi menyerahkan diri.

Baca Juga

"Anton Fatem dan Yesias Fatem yang sebelumnya ternyata lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelumnya yang akhirnya menyerah," ucap Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

Koops TNI Habema pun melakukan pengembangan terhadap Anton dan Yesias. Pihaknya juga memeriksa Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya Zakarias Fatem yang sebelumnya ditangkap di Aifrat Timur, Maybrat, Rabu (14/10).

Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga anggota OPM itu, TNI menerima informasi keberadaan senjata api yang dirampas pelaku. Personel TNI gabungan pun mengamankan senjata tersebut pada di Maybrat, Jumat (16/10).

"Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm," ucap Riyanto.

Senjata tersebut sebelumnya dirampas OPM Kodap IV/Sorong Raya. Perampasan senjata milik TNI AL itu terjadi saat pelaku melakukan penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Maybrat pada 22 Maret 2026.

"Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," ujar Riyanto.

Koops TNI Habema juga terus melakukan pendalaman dan pencarian terhadap satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo. Berdasarkan informasi awal, senjata itu diduga masih disembunyikan di wilayah Maybrat.

Sebagai informasi, Anton Fatem dan Yesias Fatem sempat dikabarkan tewas saat kontak tembak dengan TNI di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat (9/10). Keduanya merupakan kaki tangan dari Manfret Fatem.

"Keduanya diduga terkait dengan struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya, yaitu Yesias Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Soraya dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya," ujar Riyanto dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Insiden itu juga mengakibatkan Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya tewas ditembak. TNI turut menyita satu pucuk senjata api jenis AK 101, munisi kaliber 5,56 mm sebanyak 30 butir, munisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, hingga satu dokumen OPM.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, satu orang dari tiga korban telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya," ungkapnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#OPM
Berikan Komentar Anda