Minggu, 18 Oktober 2026 11:44

Demo Menentang Biaya Hidup Tinggi di Italia Meluas, Massa-Polisi Bentrok

Demo Menentang Biaya Hidup Tinggi di Italia Meluas, Massa-Polisi Bentrok

Sejumlah kelompok demonstran dilaporkan memisahkan diri dari aksi protes utama yang menyoroti tingginya biaya hidup.

ROMA, PEDOMANMEDIA - Demonstrasi yang menentang tingginya biaya hidup di Italia berujung ricuh pada Sabtu (17/10). Aksi saling serang antara massa dengan petugas pun tak terhindarkan.

Dilansir Reuters, media Italia menyatakan polisi sempat menembakkan gas air mata setelah massa aksi melempari petugas dengan batu di alun-alun depan Katedral Gotik Milan.

Kericuhan juga terjadi di Kota Bologna. Polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan massa setelah aksi demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Sebanyak tujuh orang ditangkap, menurut kantor berita ANSA.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan tersebut. Meloni menegaskan demonstrasi merupakan hak warga, tetapi tidak boleh berujung pada kerusuhan.

“Berdemonstrasi adalah hak. Mengubah kota-kota kita menjadi medan pertempuran bukanlah hak,” kata Meloni lewat akun X-nya.

Di Milan, polisi antihuru-hara juga berupaya membubarkan demonstran yang memasuki Galleria Vittorio Emanuele II, pusat perbelanjaan mewah di salah satu sisi alun-alun katedral.

Sejumlah kelompok demonstran dilaporkan memisahkan diri dari aksi protes utama yang menyoroti tingginya biaya hidup.

Sejumlah toko menutup pintu dan wisatawan bergegas meninggalkan kawasan pusat kota.

Stasiun metro Duomo, yang berada di dekat katedral, juga ditutup selama bentrokan berlangsung. Beberapa orang dilaporkan terluka dan sejumlah penangkapan dilakukan, menurut media Italia.

Kericuhan di Italia terjadi di tengah gelombang demonstrasi serupa di negara tetangganya, Prancis. Puluhan ribu orang turun ke jalan pada Sabtu untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik. Aksi tersebut dilaporkan menjadi salah satu demonstrasi paling ricuh di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

 

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda