Sabtu, 31 Oktober 2026 14:13

Nutrifood-Pemkot Makassar Luncurkan Program Sekolah Sehat HiLo

Nutrifood-Pemkot Makassar Luncurkan Program Sekolah Sehat HiLo

Ia berharap program tersebut dapat membantu siswa tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Nutrifood bersama Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan Program Sekolah Sehat HiLo. Program ini sebagai upaya membangun ekosistem hidup sehat (health ecosystem) di lingkungan sekolah.

Program kolaboratif ini menyasar lima sekolah menengah dengan melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin sekolah. Lima sekolah yang menjadi bagian dari program tersebut adalah SMA Negeri 22 Makassar, SMA Negeri 17 Makassar, SMA Negeri 1 Makassar, SMA Negeri 2 Makassar, dan SMK Telkom Makassar.

Program yang berlangsung selama tiga bulan ini ditargetkan menjangkau lebih dari 1.000 siswa di setiap kota pelaksanaan. Program Sekolah Sehat HiLo merupakan inisiatif Nutrifood melalui salah satu mereknya, HiLo Teen, yang berfokus pada edukasi dan pembiasaan gaya hidup sehat bagi remaja.

Baca Juga

Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penerapan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat masa remaja merupakan periode strategis dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat. Sekolah sebagai tempat siswa menghabiskan sebagian besar waktunya memiliki peran penting dalam membangun pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi gizi lebih, termasuk overweight dan obesitas, mencapai 16,2 persen pada remaja usia 13–15 tahun dan 12,1 persen pada kelompok usia 16–18 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar satu dari enam remaja usia SMP dan satu dari delapan remaja usia SMA mengalami kelebihan berat badan.

Selain persoalan gizi, rendahnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian. Data SKI 2023 mencatat sebanyak 58 persen remaja usia 10–14 tahun dan 50,4 persen remaja usia 15–19 tahun memiliki aktivitas fisik yang kurang. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak dan remaja melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat rata-rata minimal 60 menit setiap hari.

Persoalan lainnya berkaitan dengan pola konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL). SKI 2023 menunjukkan bahwa 47,5 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Sementara itu, anjuran konsumsi harian berdasarkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 menetapkan batas maksimal gula sebesar 50 gram, garam 5 gram, dan lemak 67 gram per orang.

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Program Sekolah Sehat HiLo menghadirkan empat pilar utama. Pertama, mendorong siswa membangun kebiasaan bergerak aktif. Kedua, memperkuat peran guru sebagai penggerak budaya hidup sehat dan peduli lingkungan. Ketiga, mendorong mitra kantin sekolah menyediakan serta mendukung pilihan konsumsi yang lebih sehat. Keempat, menghadirkan media pembelajaran sebagai sarana edukasi agar pesan kesehatan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sekolah.

Area Marketing Manager Nutrifood Sulawesi, Febri Yudha Utama, mengatakan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada remaja. Menurutnya, perubahan perilaku tidak cukup dilakukan melalui edukasi kepada siswa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen sekolah. "Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya. Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lima sekolah di Makassar yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. Nutrifood berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan.

Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan dari sejumlah pemangku kepentingan, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Dinas Lingkungan Hidup. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan Papan Komitmen Sekolah Sehat dalam kegiatan peluncuran program sebagai simbol kesepakatan bersama untuk menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.

Perwakilan Dinas Kesehatan, Jumriati, menyampaikan bahwa kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia mengapresiasi kolaborasi tersebut karena sejalan dengan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus membangun kebiasaan positif sejak usia remaja.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Amran, menilai pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak remaja perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia berharap program tersebut dapat membantu siswa tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Besar harapan kami, agar kegiatan ini membias ke semua wilayah di sekitarnya. Setidaknya, program ini bisa berdampak. Karena anak-anak kita di sekolah adalah mereka yang mayoritas tinggal di sekitar sekolah,” jelas Amran.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemkot Makassar
Berikan Komentar Anda