Corona Varian Inggris Meluas di RI, Kemenkes: Kontrol di Bandara Longgar
Masuknya kasus B117 harus diakui karena longgarnya kontrol di bandara. Arus keluar masuk WNA belum mampu diproteksi secara maksimal.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Corona varian Inggris atau B117 mulai meluas ke sejumlah provinsi di Indonesia. Laju wabah yang tak terkendali menunjukkan tidak efektifnya pembatasan antarnegara.
"Pengawasan di pintu pintu masuk bandara adalah salah satu cara mencegah masuknya wabah ini. Upaya ini memang harus terkontrol dengan ketat," terang Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (12/3/2021).
Tak hanya di bandara, pelabuhan juga menjadi pintu masuk yang mesti diproteksi. Kedatangan warga negara asing adalah faktor utama masuknya B117. Selain itu perjalanan WNI ke luar negeri juga memberi sumbangsih kasus.
Masuknya kasus B117 harus diakui karena masih longgarnya kontrol di bandara. Arus keluar masuk WNA belum mampu dibatasi secara maksimal.
Karena itu harus ada langkah pencegahan kata Nadia. Di antaranya dengan mengoptimalkan PCR. Saat melakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif, maka sampelnya sebagian akan diteruskan ke pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Dijelaskan Nadia, hal ini dilakukan di berbagai pintu masuk guna untuk memonitor. Kalau kemudian ada yang positif, mereka akan dirujuk ke tempat isolasi yang terpusat seperti RSD Wisma Atlet, atau Wisma Atlet Pademangan.
Pemerintah memperketat arus kedatangan warga negara asing usai temuan virus Corona varian Inggris dua pekan lalu. Mobilitas antarnegara akan diatur dengan skema baru yang lebih protektif.
Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, sirkulasi antarnegara perlu proteksi karena virus Corona varian Inggris ini sudah menyebar secara global. Tak hanya Eropa, di sejumlah negara Asia juga sudah ditemukan sejak Januari lalu.
Sesuai Surat Keputusan (SK) Satgas Covid-19 Nomor 9 Tahun 2021, fasilitas karantina diberikan secara gratis pada WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri, mencakup pekerja migran Indonesia, pelajar, dan ASN yang telah melakuan perjalanan dinas keluar negeri.
Dua pekan lalu Kementerian Kesehatan mengumumkan ditemukannya kasus pertama Corona varian Inggris di Tanah Air. Kasus ini teridentifikasi, Selasa (2/3/2021) dan diduga masuk lewat Arab Saudi.
"Ada dua kasus. Diduga masuk dari Arab Saudi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Budi, virus varian baru bernama B117 ini memiliki tingkat penularan lebih cepat. Namun belum ada studi soal tingkat risikonya terhadap manusia.
Menkes mengingatkan, masyarakat perlu tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Karena sifat virus Inggris ini penularannya relatif sama dengan Covid-19.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengingatkan akan menyebarnya virus ini. WHO mengidentifikasi varian baru Corona yang muncul di Inggris telah menyebar ke beberapa negara di Eropa dan Australia sejak Januari lalu. WHO memperingatkan dunia agar mewaspadai gelombang baru pandemi ini.
Jenis baru virus Corona ini disebut-sebut 70 persen lebih menular dan menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Inggris. Desember lalu, setelah Inggris, kemudian menjangkiti Italia pada Februari. Lalu Australia dan Asia. Selain itu juga ditemukan di Australia.
