Rabu, 17 Maret 2021 08:46

Plus Minus Mudik Lebaran, Momen yang Bisa Bikin Kasus Corona Meledak Lagi

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Harusnya pemerintah berhati hati. Karena dalam 4 kali libur panjang, semua menyumbang angka kenaikan kasus cukup tinggi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah akhirnya membolehkan mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini. Padahal, awal Maret lalu Presiden Jokowi baru saja menyampaikan risiko long weekend yang selalu jadi pemicu naiknya angka kasus Corona.

"Harusnya memang observasi dilakukan lebih jauh. Agar benar benar keputusan itu matang. Membuka peluang mudik saya kira itu pelonggaran cukup berisiko," jelas sosiolog, Salahuddin Andika, Rabu (17/3/2021).

Salahuddin mengatakan, akan terjadi interaksi tinggi antarorang setiap mudik. Ia juga khawatir protokol kesehatan akan sulit diterapkan secara ketat.

Baca Juga

Karena itu risiko naiknya angka kasus pascalebaran sangat berpotensi. Menhub seharusnya menjabarkan upaya penanganan secara komprehensif. Agar masyarakat tahu keputusan mudik ini merupakan hasil kajian yang perspektif. 

"Kita sebenarnya ingin mendengar bagaimana penanganan teknis Menhub untuk mudik nanti. Jangan sampai standarnya juga sama dengan weekend biasa. Ini tentu akan berbeda situasinya," kata Salahuddin.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan DPR RI, Selasa (16/3/2021) mengatakan akan ada beberapa formulasi pengetatan pada musim mudik nanti. Bagi setiap orang yang ingin mudik mengikat padanya ketentuan prokes. Juga akan ada pembatasan tehadap mereka yang teridentifikasi positif berdasarkan hasil tracing.

Budi memperkirakan, mudik tahun ini akan lebih rumit. Lonjakan penumpang memungkinkan terjadi karena penundaan mudik tahun lalu. Volume kendaraan pribadi juga akan lebih besar.

"Apalagi kan vaksinasi sudah dilakukan massal. Masyarakat semakin terbuka untuk bepergian. Faktor ini membuat volumenya akan semakin tinggi," jelas Budi.

Salahuddin justru mempertanyakan keputusan itu. Menurutnya, jika ada kemungkinan terjadi ledakan jumlah pemudik, lantas kenapa ada pelonggaran. Seharusnya justru dipersempit. Sangat tidak realistis kalau pemerintah merasa bisa menerapkan prokes selama mudik pada titik titik tertentu.

Awal Maret lalu Presiden Joko Widodo mengkaji kemungkinan adanya larangan mudik Lebaran 2021 seperti tahun sebelumnya. Kenaikan kurva Covid-19 di setiap long weekend menjadi pertimbangan pemerintah.

"Setiap long weekend angka kasus selalu naik sampai 40%," jelas Jokowi.

Menurut Kepala Negara, pemerintah sangat berhati hati memutuskan ini. Pasalnya dalam 4 kali libur panjang, semua menyumbang angka kenaikan kasus sampai 40%.

Soal mudik kata Jokowi, akan dibicarakan seperti apa formulasinya. Apakah seperti tahun lalu atau ada skema baru yang lebih ideal.

"Saya sampaikan jangan sampai terulang lagi. Kita harus berusaha mencari cara agar libur tidak lagi menjadi momen penularan seperti sebelumnya. Karena itu bagaimana nanti mudiknya kita lihat dulu," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Mudik Lebaran 2021 #Menhub Budi Karya Sumadi #Presiden Jokowi #Corona
Berikan Komentar Anda