TATOR, PEDOMANMEDIA - Penanganan kasus dugaan korupsi proyek toilet Buntu Burake di Tana Toraja dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, hingga setahun bergulir kasus ini masih berkutak di tahap menyidikan.
Penyidik Polres Tator sudah memeriksa beberapa pihak. Namun belum ditetapkan satupun tersangka. Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 1,4 miliar.
Kasat Resrim Polres Tana Toraja AKP Jhon Paerunan, Jumat (09/10/2020) membantah kasus ini mandek di penyidikan. Ia mengaku kasusnya tetap jalan.
"Kasusnya tetap jalan namun saat ini kami sementara kami menunggu hasil pemeriksaan ahli," ungkap John.
Jhon juga meyatakan bahwa untuk saat ini Polres Tator sudah memeriksa beberapa orang. Termusuk kadis dan beberapa staf.
"Soal kadis yang diperiksa kadis lama atau kadis baru itu kami rahasiakan," ketus Jhon.
Untuk diketahui proyek toilet Buntu Burake ini dibangun pada tahun 2017, dengan angaran fantastik sebanyak Rp 1,4 miliar. Proyek ini dikerjakan CV Bangsa damai.
Penyidik telah memeriksa kontraktor CV Bangsa Damai sebagai penyedia barang atau kontraktor pelaksana kegiatan, dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mereka diperiksa awal 2019.
Pada Januari 2019 Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja juga dijadwalkan untuk pemeriksaan. Namun ia mangkir. Pemeriksaan dijadwalkan kembali dan kabarnya pertengahan 2019 penyidik telah memeriksa Kadis Pariwisata Tator.
Hanya saja Jhon masih enggan membeberkan hasil pemeriksaan itu. Ia bahkan menolak menyebut kadis yang sudah diperiksa. Apakah kadis lama atau kadis baru.
BERITA TERKAIT
-
Polres Tator: Kasus Pembakaran Ekskavator di Kurra akan Terungkap, Pelaku Pasti Ditangkap
-
Kasus Pembakaran Ekskavator Naik ke Penyidikan, Polres Tator Segera Tetapkan Tersangka
-
Pemilik Ekskavator Ungkap Teror Sebelum Pembakaran: Saya Diancam Anak Pak Lurah
-
6 Bulan Kasus Pembakaran Ekskavator di Tator Mangkrak, Keseriusan Polisi Dipertanyakan
-
Kasus Pengancaman Wartawan Vs Kepala Lembang di Torut Berakhir RJ, Dimediasi VDB