Kamis, 18 Maret 2021 08:18

Telan Rp958 M, Bandara Buntu Kunik Ikon Baru Pariwisata Toraja

Kristian HP Lambe
Kristian HP Lambe

Bandara Buntu Kunik menjadi ikon baru pariwisata Toraja. Proyek yang dikebut selama 4 tahun ini menelan anggaran Rp958 miliar.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Bandara Buntu Kunik Tana Toraja masuk dalam agenda peresmian oleh Presiden Joko Widodo, Kamis hari ini (18/3/2021). Usai meresmikan tol Pettarani Makassar, Kepala Negara dijadwalkan akan langsung bertolak ke Tana Toraja.

Bandara Buntu Kunik menjadi ikon baru pariwisata Toraja setelah seluruh tahapan rampung tahun 2020. Proyek yang dikebut selama 4 tahun ini menelan anggaran Rp958 miliar.

"Kita bersyukur hari ini kita punya ikon baru. Bandara Buntu Kunik bukan sekadar proyek infrastruktur. Tapi juga akan mendorong kebangkitan pariwisata Toraja," ujar Kristian HP Lambe Ketua Bapemperda DPRD Tana Toraja dalam keterangan tertulis, Kamis(18/3/2021).

Baca Juga

Bandara Buntu Kunik memiliki panjang runway 2.000 m x 30 m. Memiliki kapasitas taxiway 115 m x 15 m serta apron sepanjang 94,5 m x 67,5 m.

Secara detail Buntu Kunik juga memiliki panjang strip landasan 1.820 m x 100 m, pesawat operasi ATR 72 seri 500/600 serta gedung terminal luas seluas 1.152 m2 dan dapat menampung 45.000 penumpang per tahun.

Bandara ini juga dilengkapi parking lot untuk mobil yang bisa menampung 99 unit, motor 60 unit, serta mobil VIP 4 unit. Bandara Buntu Kunik akan melayani rute Toraja-Makassar PP oleh Wings Air (Rabu, Jumat, Minggu) dan Citilink (Senin, Kamis, Sabtu)

Pembangunan bandara berlangsung selama 4 tahun. Jangka waktu pembangunan, mulai pembangunan tahun 2011 - 2021, target RPJMN tahun 2015 - 2019 dan operasional 4 September 2020.

“Meningkatkan aksebilitas transportasi mendorong konektifitas dan pariwisata Toraja," kata Kristian.

Secara rinci Kristian menjelaskan, anggaran bersumber dari APBN dalam 4 tahun. APBN 2012 Rp2.614.252.000 pekerjaan cut and fill dan di tahun yang sama Rp49.480.000.000 pekerjaan cut and fill.

Pada APBN 2013 menelan Rp40.000.000.000 pekerjaan cut and fill disusul APBN 2014 sebesar Rp59.140.260.000 pekerjaan cut and fill

APBN 2015 menghabiskan Rp83.96.260.000 pekerjaan tanah dan Rp15.789.090.000 pekerjaan dinding penahan tanah. APBN 2018 disuntik lagi Rp160.000.000.000 untuk pekerjaan borpile and box culvert

Pada APBN 2019 menelan Rp250.000.000.000 yang meliputi pekerjaan borpile and box culvert. Serta APBN 2020 dengan anggaran Rp170.000.000.000 untuk pekerjaan terminal sisi darat dan runway 1600 meter.

 

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Bandara Buntu Kunik #Tator #Presiden Jokowi #Kristian HP Lambe
Berikan Komentar Anda