Minggu, 21 Maret 2021 13:40

Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Pangan H-7 Ramadan

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Jika kenaikan harga pada jelang Ramadan nanti tak bisa diatasi, kemungkinan akan berkepanjangan sampai Lebaran.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah diminta mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pangan pada H-7 Ramadan. Kenaikan diramal tak sporadis, namun bisa berkepanjangan hingga pasca-Idul Fitri.

"Harga pangan bisa naik tiba-tiba jika ada penimbunan yang menghambat distribusi. Ini bagian paling rentan yang selalu gagal diputus pemerintah," jelas Mantasiah Usman, peneliti sosial dan ekonomi kerakyatan, Minggu (21/3/2021).

Menurut Mantasiah, kenaikan pada H-7 akan terjadi perlahan. Tapi biasanya lebih awet dan memuncak H-7 Lebaran Idul Fitri.

Baca Juga

"Biasanya Lebaran menjadi momen kenaikan harga pangan. Selalu diawali dengan kelangkaan stok barang. Lalu kelambanan distribusi. Akhirnya di tingkat pengecer barang barang naik tidak terkendali," jelas Mantasiah.

Ia menjelaskan, spekulan masih banyak mengontrol distribusi pangan. Saat mendekati akhir tahun, sembako seringkali mengalami hambatan distribusi karena kurangnya stok.

Akibatnya, saat tiba di pasar ecer, barang menjadi sangat mahal. Kata dia, kurangnya stok bukan karena produksi petani turun. Tapi ada permainan pada tingkat distribusi yang gagal diproteksi pemerintah.

"Jangan heran kalau tiba tiba cabe merah, bawang dan ayam potong naik. Harga kadang melambung tidak wajar. Itu bukan karena stok kurang. Tapi ada penimbunan. Distribusi ke pasar sengaja dihambat. Akhirnya harga naik," jelasnya.

Mantasiah mengaku khawatir jika kenaikan harga pada jelang Ramadan nanti tak bisa diatasi, kemungkinan akan berkepanjangan sampai Lebaran. Pada awal April memasuki puasa Ramadan yang juga menjadi momen rentan kenaikan harga pangan.

"Jadi kenaikannya bisa berkesinambungan. Sekarang yang paling penting adalah mengurai akar masalahnya. Yakni mencegah penimbunan agar stok tetap terjaga di pasaran," katanya.

Mantasiah menyarankan ada kontrol ketat di wilayah distribusi. Sebab di sana spekulan banyak bermain.

Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman meminta pemerintah daerah agar mengantisipasi kenaikan harga pangan menjelang puasa dan Lebaran 2021. Ia menyebut, kenaikan harga rawan di hari raya. Karena itu harus ada upaya antisipasi.

Ia juga meminta peran seluruh stakeholder dalam menjaga fungsi pasar tradisional sebagai sentra ekonomi rakyat. Sudirman berharap, pasar tradisional mendapat perharian serius.

"Supaya pasar tradisonal tetap bergairah meski masih di masa pandemi," katanya.

Editor : Muh. Syakir
#Kenaikan Harga Pangan #Ramadan #Idul Fitri
Berikan Komentar Anda