Kamis, 25 Maret 2021 16:40

Bupati Lutra Harap Harga Sawit Sejahterakan Petani, Untungkan Perusahaan

Bupati Lutra Indah Putri Indriani.
Bupati Lutra Indah Putri Indriani.

Indah Putri Indriani menyampaikan sektor pertanian/perkebunan menyumbang devisa dan angka pertumbuhan di daerah, termasuk di Kabupaten Lutra.

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Bupati Lutra Indah Putri Indriani membuka membuka pertemuan penetapan indeks "K" tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aula Lagaligo kantor Bupati Lutra, Kamis (25/03/2021). Indah berharap harga sawit ke depan bisa mensejahterakan petani dan tetap untungkan perusahaan.

Komoditi sawit menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan ekonomi di Sulsel, tak terkecuali di Lutra. Indah Putri Indriani menyampaikan sektor pertanian/perkebunan menyumbang devisa dan angka pertumbuhan di daerah, termasuk di Kabupaten Lutra.

"Di Lutra 52 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) disumbang dari sektor pertanian, kalau ke dalam lagi 52 persen itu 23 persenya dari perkebunan kelapa sawit," kata Bupati Lutra Indah Putri Indriani.

Baca Juga

Indah menambahkan, pertemuan ini akan mengambil keputusan atau mengeluarkan rekomendasi terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Penentuan itu tentu tidak hanya memperhatikan satu sisi saja.

"Di satu sisi kita berharap akan menambah peningkatan pendapatan masyarakat, dan di sisi lain juga pihak perusahaan tidak dirugikan," ungkapnya.

"Harapan kita melalui pertemuan hari ini, kita akan menghasilkan kesepakatan yang dapat memberikan kenyamanan keuntungan di kedua belah pihak. Kita berharap kedepan harga sawit bisa mensejahterakan petani tapi tidak merugikan perusahaan sawit, atau tetap untung," sambungnya.

Kata Indah, perbaikan harga sawit bukan bermaksud untuk membuat perusahaan merugi.

"Kami yakin kesepakatan yang didapat nanti adalah kesepakatan yang wajar, apapun yang kita hasilkan dapat dieksekusi di lapangan kalau harganya sudah ditentukan saya minta tolong harga itu betul-betul kita penuhi," pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Armiadi menyampaikan, pertemuan rutin setiap tahun itu juga untuk mencari solusi setiap permasalahan yang ada di lapangan, terkhusus sektor perkebunan sawit.

"Pesertanya kan dari Apkasindo mewakili petani, ada dari pihak perusahaan, anggota DPR dan pemerintah untuk mencari solusi, termasuk tujuannya untuk perbaikan harga sawit," jelas Armiadi yang juga PLT Kadis TPHP Lutra.

"Harga sawit yang lalu sebesar Rp1.520. Kalau di ikuti perkembangan di media harga sawit bisa di atas harga sebelumnya. Semoga di tempat ini kita menghasilkan keputusan yang menguntungkan semua pihak," pungkasnya.

Editor : Jusrianto
#Pemkab Lutra #Petani Sawit
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer