PDAM Bulukumba "Sakit Parah", Djunaidi: ini PR Berat Calon Direktur
Calon direktur nantinya harus mampu berinovasi dengan kemajuan teknologi. Meningkatkan sistem pembayaran melalui online.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab Bulukumba Djunaidi Abdillah, mengungkapkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bulukumba memiliki penyakit yang parah. Ini juga menjadi PR bagi calon direktur ke depan.
"Sekarang, PDAM ini kan kondisinya tidak normal. Bukan lagi banyak kelemahan. Tapi sakit parah. Kalau di dunia usaha di luar pemerintah, itu sudah bangkrut karena tidak sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran," kata Djunaidi kepada wartawan, kemarin.
Sebab itu, kata mantan Sekretaris KPU Bulukumba tersebut, banyak karyawan atau pegawai PDAM yang tidak diberi gaji.
Menurutnya yang paling penting untuk Direktur PDAM nantinya, dia mampu memenej keuangan dengan baik.
Harus mampu mendata seluruh pelanggan, dan juga memahami di mana tingkat kebocoran.
"Sehingga air ini bisa jalan. Kalau air sudah jalan maka orang pasti bayar," jelas Djunaidi.
Djunaidi berpandangan, calon direktur nantinya harus mampu berinovasi dengan kemajuan teknologi. Apalagi, memenej dan meningkatkan sistem pembayaran melalui online.
"Jadi tidak ada lagi secara tunai karena nanti dikhawatirkan terjadi kebocoran," katanya.
0
Sebelumnya, Panitia seleksi Direksi Perusahaam Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bulukumba telah menetapkan dua calon direktur, pada Selasa (23/3/2021). Salah satu dari keduanya, akan menjadi direktur, setelah melalui dua tahapan lagi.
Penetapan tersebut dengan Nomor: 03/Pnt/III/2021. Penetapan itu juga, berdasarkan rapat Verifikasi dan Evaluasi berkas Calon Direksi PDAM, Jumat (16/3/2021) pukul 09.00 Wita di ruang rapat Asisten Administrasi Pembangunan.
Dua calon direktur PDAM Bukukumba, yaitu Andi Nurjaya dan Suratman. Keduanya pun dianggap berpengalaman dalam manajemen pengelolaan PDAM.
Andi Nurjaya yang lahir pada 15 Juni 1965 adalah mantan Direktur PDAM Bantaeng. Sementara, Suratman lahir 16 Juni 1966 merupakan mantan Direktur PDAM Sinjai.
