Jumat, 09 April 2021 09:37

Kepala Pasar Sentral Bulukumba Dituding Pungli, Dicecar DPRD

RDP di DPRD Bulukumba terkait pungli di Pasar Sentral.
RDP di DPRD Bulukumba terkait pungli di Pasar Sentral.

Kepala Pasar Sentral Bulukumba membantah tudingan meminta duit kepada pedagang sebesar Rp 3 juta untuk pembangunan pagar.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pungutan liar di Pasar Sentral. Kepala pasar dituding telah memungut "upeti" kepada pedagang.

RDP tersebut menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan, Munthasir Nawir, Kepala Seksi Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Muh. Syukur, Kepala Pasar, Amir, serta para pedagang di ruang rapat Komisi B DPRD Bulukumba, Kamis (8/4/2021).

Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Amir, membantah tudingan terhadap dirinya yang meminta duit kepada pedagang sebesar Rp 3 juta untuk pembangunan pagar.

Baca Juga

"Kami tidak melakukan pungli, kami hanya melakukan penagihan untuk pembayaran SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah). Jadi, saya tidak pernah melakukan pungutan liar," ujarnya.

Berbeda dengan pengakuan pedagang pasar Sentral Bulukumba, H Husain. Ia menyampaikan, jika apa yang disampaikan kepala pasar sentral itu tidak benar.

"Jangan ajari saya bohong pak, saya ini sudah tua, katakanlah yang sebenarnya," kata Husain.

Menurutnya saat itu dirinya diminta untuk membayar uang pembangunan pagar sebesar Rp3 juta. 

"Karena saya tidak memiliki uang sebesar Rp3 juta saat itu, maka saya diminta untuk dicicil sebesar Rp 300 ribu per bulan," jelasnya. 

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bulukumba, Asri Jaya menerangkan bahwa RDP tersebut bukan untuk menghakimi siapa yang benar dan siapa yang salah. Pihaknya memanggil dinas perdagangan untuk menyampaikan klarifikasi atas dugaan dugaan yang muncul terkait pungli yang terjadi di pasar Sentral Bulukumba.

Menurut legislator partai Golkar itu, dalam RDP itu, para pedagang mengaku bahwa memang ada pungutan senilai Rp 3 juta.

"Ada yang dibayar cash. Ada juga yang diangsur," jelas Asri Jaya.

Asri menambahkan, pasca RDP itu, pihaknya akan merekomendasikan Inspektor Kabupaten Bulukumba untuk melakukan penelusuran.

"Jadi, dari hasil RDP tadi, Komisi B akan merekomendasikan kepada Inspektorat untuk ditelusuri. Kalau memang seperti itu, berlakukan sanksi," kata Asri.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Pasar Sentral Bulukumba #Dugaan Pungli #DPRD Bulukumba
Berikan Komentar Anda