Rabu, 14 April 2021 19:19

Belanja tak Jelas, Aparat Penegak Hukum Diminta Usut Dana Hibah KONI Torut

Ketua dan Sekretaris KONI Torut
Ketua dan Sekretaris KONI Torut

Di 2020 hampir tidak ada even olahraga yang digelar. Karena terkendala pandemi. Tetapi KONI tetap mendapat kucuran dana cukup fantastis.

TORUT PEDOMANMEDIA - Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum mengusut penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Toraja Utara. Dana hibah KONI 2020 sebesar Rp600 juta diduga salah peruntukan.

"Saya kira ini memang perlu diperjelas dana hibah dihabiskan untuk apa. Aparat penegak hukum perlu mengusut itu. Bukan cuma kami yang mempertanyakannya. Masyarakat dan tokoh tokoh pemuda juga menuntut agar dibuka," terang tokoh pemuda Toraja, Manto Salurante kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (14/4/2021).

Menurut Manto, dana hibah KONI memang menimbulkan banyak tanda tanya. Pertama, di 2020 hampir tidak ada even olahraga yang digelar. Karena terkendala pandemi.

Baca Juga

Tetapi KONI tetap mendapat kucuran dana cukup fantastis. Yakni Rp600 juta dari estimasi dana awal Rp1,2 miliar.

Artinya kata Manto, dengan kucuran Rp600 juta, tanpa adanya kegiatan olahraga sepanjang tahun, wajar jika menimbulkan pertanyaan. Ke mana dana itu mengalir.

"Publik ingin tahu itu. Kita tidak melihat adanya penambahan fasilitas olahraga yang menyentuh langsung ke masyarakat. Jadi kan aneh. Lantas dana Rp600 juta itu dialokasikan ke mana? Saya kira ini harus dijawab," jelasnya.

Manto mengatakan satu satunya yang terlihat dialokasikan oleh KONI Torut adalah pengadaan fasilitas gym. Menurutnya, ini juga menimbulkan prokontra. Karena fasilitas gym itu tidak dinikmati langsung oleh masyarakat.

"Kesannya kan fasilitas gym itu hanya untuk pengurus saja. Lalu gym itu menghabiskan berapa? Lantas sisa anggaran ke mana? Sekali lagi aparat penegak hukum harus turun," ketusnya.

Minimal lanjut dia, ada audit BPKP untuk memastikan dana hibah itu benar-benar tepat sasaran.

Manto juga menyoroti soal persiapan pra Porda Torut yang dinilai tak memaksimalkan potensi atlet-atlet lokal.

"Saya lihat yang diposting itu atlet atlet dari luar yang diberdayakan. Atlet lokal kita ke mana? Inikan menjatuhkan harga diri kita. Memangnya kita nda punya atlet," tandasnya.

Sebelumnya BPKAD dan KONI Toraja Utara dituding kongkalikong soal dana hibah Rp600 juta tahun anggaran 2020. Dimana BPKAD Torut enggan merinci anggaran KONI tersebut.

"Silakan cari PPTK di sana dek, karena saya tidak hafal betul," ujar Kepala BKAD Torut Matius Sampelalong saat ditemui Maret lalu.

Sementara, salah satu stafnya Yulianti Malisan menjelaskan, awalnya dana hibah KONI Torut tahun 2020 dianggarkan Rp1,2 M. Namun, karena pandemi Covid-19 KONI hanya mendapatkan Rp600 juta.

"Karena memang dalam MPHD itu diatur tata cara pemberian hibahnya itu dua kali tahap. Jadi tahap pertama Rp600 juta. Tahap kedua Rp600 juta. Cuma karena keadaan Covid-19 mereka sudah tidak dapat tahap duanya," jelasnya.

Kata Yuli, pihaknya hanya mengacu pada proposal KONI Torut. Jadi, tidak ada istilah belanja langsung dan tidak langsung.

"Kalau mereka itu belanja rutin dia. Jadi itu terbagi-bagi lagi ke cabang-cabangnya. Saya tidak ingat mi itu ada berapa cabang. Jadi ini KONI ambil uang baru na kasih lagi induk-induknya ke bawah," ujarnya.

Sayangnya Yuli tak juga merinci belanja KONI yang dinilai fantastis itu.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Torut Brikken L Bonting mengatakan pihaknya sangat tertib dalam pengelolaan administrasi. Khususnya pada penggunaan dana hibah.

Brikken menjelaskan awal tahun 2020 KONI Torut mengelola dana sebesar Rp1,2 miliar. Namun karena situasi Covid-19 anggarannya dirasionalisasi.

"Jadi sisa anggaran yang kami kelola di tahun 2020 Rp600 juta dan itu sudah kami laporkan," jelasnya.

Mantan Atlet itu mengatakan di tahun 2020 KONI memberikan bantuan ke beberapa cabang olahraga. Serta membuat gym center di samping kantornya.

"Ada 21 cabang olahraga di Toraja Utara yang kita bina. Seperti taekwondo, PSSI dan lainnya," ujarnya.

Kata Brikken, meski disituasi new normal program-programnya aktif seperti latihan olahraga tetap. Khususnya di sore hari.

Ia berharap, tahun ini anggaran KONI bisa lebih maksimal karena ada event-event penting yang harus dilaksanakan ke depan ini seperti Pra Porda.

"Pra Porda ini adalah tahap persiapan menuju Porda. Dimana Porda akan dilaksanakan di tahun 2022 mendatang di Bulukumba dan Sinjai," tandasnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Dana Hibah KONI Torut #Dana Hibah
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer