Sabtu, 17 April 2021 07:32

BPS Didatangi Intelijen Usai Kritik Kerasnya ke Polres Torut Soal Judi Sabung Ayam

Musa Salusu
Musa Salusu

BPS didatangi dua orang dari pihak intelijen Polres Torut. Mereka mempertanyakan dasar BPS menyoroti penanganan judi sabung ayam.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja Musa Salusu mengaku didatangi intelijen usai kritik pedasnya terhadap Polres Toraja Utara. BPS mengkritik kinerja kepolisian setempat dalam menangani judi sabung ayam.

"Iya, ada datang klarifikasi. Dia pertanyakan kritik saya terhadap Polres soal judi sabung ayam. Saya bilang iya benar, saya memang menyoroti cara polisi menangani masalah ini," ungkap Musa Jumat (14/4/2021).

Musa mengatakan dua orang yang datang adalah pihak intelijen Polres Torut. Mereka mempertanyakan dasar BPS menyoroti penanganan judi sabung ayam.

Baca Juga

"Saya jelaskan semuanya bahwa yang saya sampaikan adalah keresahan publik. Masyarakat resah karena judi sabung ayam marak, dan terkesan tidak ada tindakan tegas," paparnya.

Kedua intelijen itu adalah utusan Kapolres Torut. Mereka kata Musa, menyampaikan rencana kapolres menemuinya. Namun rencana hari itu batal karena kapolres harus menemani tamu dari Polda Sulsel.

"Pak Kapolres mau datang tapi katanya ada tamunya dari Polda. Jadi tidak sempat. Tapi baru-baru Pak Kapolres WA saya katanya hari Senin beliau mau ketemu kami. Saya minta hari Senin jam 9," tambahnya.

Kasus ini juga sudah mendapat respons Polda Sulsel. Polda berjanji memberi atensi terhadap keresahan warga ini.

"Terima kasih atas masukannya. Kita akan atensi," jawab Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan saat ditanya terkait polemik pembiaran judi sabung ayam di Torut, Jumat (16/4/2021).

Zulpan belum memberi keterangan lebih jauh. Namun ia menegaskan, laporan ini akan jadi perhatian Polda Sulsel.

Polemik penanganan judi sabung ayam kian menghangat di Torut setelah

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja bereaksi keras. BPS menyoroti kinerja Polres Torut yang dinilai tak optimal menangani kasus ini.

"Kita ikut prihatin karena ini masih terjadi di masyarakat. Seharusnya kan aparat lebih tegas. Jangan sampai ada pembiaran," jelas Musa Salusu.

Musa memberi penilaian atas kinerja dua Polres di Toraja dalam menangani judi sabung ayam dan adu kerbau. Keduanya, Polres Tana Toraja dan Polres Toraja Utara

Ia menilai, pola penanganan kedua institusi ini jauh berbeda. Polres Tator tampak lebih agresif. Sehingga judi sabung ayam dan kerbau di daerah itu bisa diberantas dalam setahun terakhir.

"Di Tana Toraja penegak hukum tegas menindak judi sabung ayam, sehingga tidak ada berkeliaran. Kita apresiasi kinerja Kapolres (AKBP Sarly Sollu)," ujar Musa.

Berbeda dengan yang ditunjukkan Polres Torut. Polres Torut menurut Musa terkesan masih tebang pilih.

"Akhirnya kita lihat masih marak judi sabung ayam dan judi kerbau di Torut. Ini mengkhawatirkan kita. Kalau tidak ditangani dengan serius kan bisa menimbulkan masalah sosial di masyarakat," katanya.

Musa juga mengatakan bahwa seharusnya Polres Torut belajar pada Polres Tator cara mencegah judi sabung ayam.

"Mungkin malu lah pihak Polres Torut kalau saya katakan silakan ke Tana Toraja caranya basmi judi sabung ayam," bebernya.

Musa mengatakan bahwa adat dan budaya tidak bisa dijadikan alasan untuk bermain judi di dalamnya.

"Judi tetap judi. Kalau misalnya penegak hukum itu tidak bisa tegas yah di situlah masalahnya," ujarnya.

Penulis : Andarias Padaunan - Susanna Rulianti
Editor : Muh. Syakir
#Judi Sabung Ayam #Polres Torut #BPS Gereja Toraja
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer