Sabtu, 17 April 2021 13:19

Waspada! Siklon Surigae yang Terjang NTT Dekati 9 Provinsi dalam 24 Jam

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Dampak dari fenomena ekstrem ini adalah munculnya badai. Di mana angin kencang akan melewati sembilan provinsi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Usai menerjang NTT, siklon tropis Surigae bergerak mendekati 9 provinsi di Indonesia dalam 24 jam ke depan. BMKG mengingatkan kesiapan dini menghadapi dampak serius dari cuaca ekstrem itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hingga Sabtu (17/4) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis masih akan berada di perairan Samudera Pasifik. Siklon tersebut terus bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11,7 LU dan 129,7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021) mengatakan, siklon tropis Surigae ini diperkirakan akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Baca Juga

Dampak dari fenomena ekstrem ini adalah munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir. Badai juga berpotensi muncul. Di mana angin kencang akan melewati sembilan provinsi.

Sembilan provinsi itu adalah Berikut Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

BMKG juga memprediksi gelombang air laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan perairan Biak hingga Jayapura.

Gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan perairan utara Halmahera.

Adapun gelombang air laut setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

"Sehubungan dengan adanya perkembangan informasi mengenai siklon tropis Surigae tersebut, BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan menginstruksikan kepada pemangku kebijakan di kabupaten/kota di wilayah masing-masing agar dapat melaksanakan upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi beberapa dampak dari siklon tropis tersebut," kata Raditya.

Raditya mengingatkan agar pemerintah daerah terutama pada 9 provinsi itu agar siaga menghadapi dampak dari siklon surigae ini. Ia menyebut dibutuhkan mitigasi bencana yang lebih terencana karena efek siklon surigae ini cukup komplek.

Editor : Muh. Syakir
#Siklon Tropis Surigae #BMKG
Berikan Komentar Anda