Minggu, 18 April 2021 07:15

Ekonomi Kuartal II akan Tumbuh 4%, Pengamat: Sulit, Kontraksi Masih Tajam

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Relaksasi pajak PPnBM dan KPR untuk sektor properti belum banyak memberi sentuhan. Ini juga butuh proses panjang.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ekonomi Indonesia diperkirakan bertumbuh di atas 4% pada kuartal II. Proyeksi ini dinilai berlebihan sebab kontraksi tajam masih akan terjadi hingga akhir tahun.

"Sulit untuk bangkit lebih cepat di kuartal II. Kita masih resisi. Kontraksi ekonomi juga masih memukul semua sektor. Jadi akan sulit untuk pulih kurang dari setahun," ujar pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal, Sabtu (17/4/2021).

Sjamsul memprediksi ekonomi akan membaik paling cepat pada kuartal akhir 2021. Namun itu sangat bergantung pada kebijakan multisektor. Kebijakan ini yang bisa mengembalikan daya beli masyarakat yang turun tajam dalam 6 bulan.

Baca Juga

"Investasi kita melempem. Industri masih terseok-seok. Hanya sektor jasa yang sekarang sedikit tumbuh. Stimulus masih dibutuhkan," katanya.

Dikatakan Sjamsul, relaksasi pajak PPnBM dan KPR untuk sektor properti belum banyak memberi sentuhan. Ini juga butuh proses panjang. Dampaknya memungkinkan terlihat pada awal 2022.

Pengamat ekonomi dari PT Bank Permata Josua Pardede mengatakan, di kuartal II akan terjadi yang dialami juga oleh beberapa negara di dunia bahwa low base effect di tahun lalu itu akan bisa mendongkrak ekonomi kuartal II cukup tinggi.

Aktivitas ekonomi diperkirakan akan lebih normal pada semester II-2021. Hal itu seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang lebih masif di beberapa negara termasuk Indonesia.

"Kalau itu bisa dipercepat tentu akan men-drive pertumbuhan ekonomi di semester II. Program vaksinasi saya pikir kunci dan tentunya terkait dengan peran COVID, kalau kasus COVID-nya masih tinggi kan kegiatan ekonomi tidak bisa lebih longgar ya, sehingga kita harapkan akan jauh lebih baik," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan prediksi perbaikan ekonomi Indonesia sejalan dengan proyeksi perekonomian global yang juga berpotensi lebih tinggi. Hal itu terlihat dari beberapa lembaga Internasional yang telah menaikkan prediksi ekonomi global di 2021.

Misalnya IMF yang merevisi pertumbuhan ekonomi global dari 5,2% menjadi 5,5%. Juga ekonomi AS dari 3,1% menjadi 5,1%. OECD juga merevisi dari 4,2% menjadi 5,6%, serta pertumbuhan AS dari 3,2% jadi 6,5%.

"Kita lihat bersama bahwa secara global tumbuh lebih tinggi dan khusus AS, ini penting karena ada revisi yang signifikan dan ini tentunya merupakan suatu peluang bagi kita dan perbaikan ekonomi dunia terutama di AS pasca vaksinasi. Ini juga akan memberi peluang bagi kita untuk picu pertumbuhan," ujarnya.

Secara tahunan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021 akan mencapai 4,3-5,3%.

Editor : Muh. Syakir
#Pertumbuhan Ekonomi #Ekonomi Kuartal II #Relaksasi PPnBM
Berikan Komentar Anda