Minggu, 18 April 2021 13:17

Siklon Surigae Mulai Bergerak ke 9 Provinsi, Gelombang Laut Capai 6 Meter

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Badai ini akan bergerak mengitari 9 provinsi di Tanah Air dan akan memicu gelombang hingga ketinggian 6 meter di beberapa wilayah.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Siklon Surigae mulai bergerak mendekati 9 provinsi sejak Minggu pagi (18/4/2021). BMKG mengingatkan potensi badai ekstrem ini akan berlangsung hingga Senin besok.

Peringatan BMKG ini berlaku mulai 18 April pukul 07.00 WIB sampai 19 April 2021 pukul 07.00 WIB. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir atau berpeluang terjadi gelombang diminta waspada.

BMKG memantau siklon tropis Surigae ini berada di Samudera Pasifik utara Halmahera. Badai ini akan bergerak mengitari 9 provinsi di Tanah Air dan akan memicu gelombang hingga ketinggian 6 meter di beberapa wilayah.

Baca Juga

BMKG dalam keterangan tertulis, Minggu (18/4/2021) menyebutkan gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dengan ketinggian 2,5-4 meter. Termasuk di Samudra Pasifik utara Papua Barat.

BMKG menjelaskan, angin di wilayah Indonesia bagian utara cenderung bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur-Selatan dengan kecepatan angin 5-20 knot.

Usai menerjang NTT, siklon tropis Surigae bergerak mendekati 9 provinsi di Indonesia dalam 24 jam ke depan. BMKG mengingatkan kesiapan dini menghadapi dampak serius dari cuaca ekstrem itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hingga Sabtu (17/4) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis masih akan berada di perairan Samudera Pasifik. Siklon tersebut terus bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11,7 LU dan 129,7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangannya, Sabtu (17/4/2021) mengatakan, siklon tropis Surigae ini diperkirakan akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Dampak dari fenomena ekstrem ini adalah munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir. Badai juga berpotensi muncul. Di mana angin kencang akan melewati sembilan provinsi.

Sembilan provinsi itu adalah Berikut Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

BMKG juga memprediksi gelombang air laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan perairan Biak hingga Jayapura.

Gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan perairan utara Halmahera.

Adapun gelombang air laut setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

"Sehubungan dengan adanya perkembangan informasi mengenai siklon tropis Surigae tersebut, BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan menginstruksikan kepada pemangku kebijakan di kabupaten/kota di wilayah masing-masing agar dapat melaksanakan upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi beberapa dampak dari siklon tropis tersebut," kata Raditya.

Raditya mengingatkan agar pemerintah daerah terutama pada 9 provinsi itu agar siaga menghadapi dampak dari siklon surigae ini. Ia menyebut dibutuhkan mitigasi bencana yang lebih terencana karena efek siklon surigae ini cukup komplek.

Editor : Muh. Syakir
#BMKG #Siklon Tropis Surigae #Gelombang Laut
Berikan Komentar Anda