Muh. Chaidir : Minggu, 18 April 2021 20:30
Sejumlah pelaku judi sabung ayam yang berhasil diamankan saat Reskrim Polres Tator melakukan penindakan di Tiakka, Kecamatan Saluputti. (Ist)

TATOR, PEDOMANMEDIA - Unit Resmob Sat Reskrim Polres Tana Toraja, yang dipimpin Kanit Resmob Bripka Alvian Somalinggi menggerebek judi sabung ayam di Tiakka, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana toraja, Minggu (18/4/2021).

Empat orang berhasil diamankan, berserta 5 ekor ayam jago, serta 1 set pisau taji.

Awalnya sekitar pukul 14.00 Wita, pihak Kepolisian Polres Tana Toraja mendapatkan informasi judi sabung ayam di Tiakka, petugas yang dipimpin Kanit Resmob, Bripka Alvian Somalinggi langsung bergegas menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melepaskan tembakan peringatan, para pejudi yang awalnya berkeremun langsung berlari kocar-kacir.

Beruntung petugas berhasil mengamankan empat orang yang diduga pelaku usai melakukan penyisiran.

"Dari giat yang kami lakukan tadi, kami mengamankan empat orang yang kami duga merupakan pelaku. Masing-masing adalah TB 35 tahun, AA 52 tahun, CP 21 tahun dan BT 20 tahun," ujar Bripka Alvian Somalinggi.

Kata dia empat orang tersebut kini diamankan di Mako Polres Tana Toraja, mereka kata Alvian akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya Polres Tana Toraja memang sempat mendapatkan apresiasi oleh tokoh agama, lantaran dinilai tegas dalam menindak judi sabung ayam dan kerbau di Tana Toraja.

Mereka bahkan sempat dibanding-bandingkan dengan Polres Toraja Utara yang tidak cukup tegas menindaki judi tersebut.

Ketua Umum BPS Gereja Toraja Musa Salusu menilai, pola penanganan kedua institusi ini jauh berbeda. Polres Tator tampak lebih agresif. Sehingga judi sabung ayam dan kerbau di daerah itu bisa diberantas dalam setahun terakhir.

"Di Tana Toraja penegak hukum tegas menindak judi sabung ayam, sehingga tidak ada berkeliaran. Kita apresiasi kinerja Kapolres (AKBP Sarly Sollu)," ujar Musa.

Berbeda dengan yang ditunjukkan Polres Torut. Polres Torut menurut Musa terkesan masih tebang pilih.

"Akhirnya kita lihat masih marak judi sabung ayam dan judi kerbau di Torut. Ini mengkhawatirkan kita. Kalau tidak ditangani dengan serius kan bisa menimbulkan masalah sosial di masyarakat," katanya.

Musa juga mengatakan bahwa seharusnya Polres Torut belajar pada Polres Tator cara mencegah judi sabung ayam.

"Mungkin malu lah pihak Polres Torut kalau saya katakan silakan ke Tana Toraja caranya basmi judi sabung ayam," bebernya.

Musa mengatakan bahwa adat dan budaya tidak bisa dijadikan alasan untuk bermain judi di dalamnya.

"Judi tetap judi. Kalau misalnya penegak hukum itu tidak bisa tegas yah di situlah masalahnya," pungkasnya.