TORUT, PEDOMANMEDIA - Diduga depresi lantaran tunangannya tak kunjung kembali dari Papua, seorang guru honorer menghabisi nyawanya sendiri di rumahnya, di Pangli, Sesean, Toraja Utara.
Perempuan 24 Tahun itu ditemukan pertama kali oleh ibunya, Miso (60) sekira pukul 11.00 wita.
Miso mengatakan, setelah cuci piring ia kemudian naik ke lantai dua dan menjadi sangat kaget karena anaknya MB tergantung lehernya dengan selembar sarung.
"Saya kaget dan langsung memanggil bapaknya," ujarnya, Selasa (20/4).
Ayah dan kakanya kata Miso langsung menurunkan MB dan bergegas melarikannya ke rumah sakit Pongtiku. Namun terlambat, korban sudah tidak bernyawa. Rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Ibu korban selanjutnya mengatakan, anaknya MB memang sempat mengalami depresi dan sempat dibawa ke dokter. Dia stres karena pernah dilamar oleh seorang laki-laki bernama YT pada 7 Februari lalu, namun pria itu berangkat ke Papua mencari kerja dan hingga kini belum juga pulang.
Diketahui juga dari peristiwa ini, keluarga MB menolak untuk otopsi. Mereka mengaku ikhlas dengan kepergian MB. Dan akan menguburkannya dengan layak.
BERITA TERKAIT
-
Polres Torut Gelar Rakor Forum Komunikasi Lalu Lintas, Ini Poin-poin yang Dibedah
-
Satlantas Polres Torut Gelar "Police Goes to School" di SMPN 1 Rantepao
-
Tim Audit Itwasda Polda Sulsel Sambangi Polres Toraja Utara
-
Iptu Muh Nasrun Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Toraja Utara
-
Kapolres Toraja Utara Pastikan Tindak Tegas Anggota Terlibat Pengeroyokan di Valerie Cafe