Rabu, 28 April 2021 09:22

Profil Munarman yang Diciduk karena Diduga Terkait ISIS, dari LBH hingga FPI

Munarman diamankan Densus 88 Anti Teror.
Munarman diamankan Densus 88 Anti Teror.

Munarman memulai kariernya di dunia advokasi lewat LBH Palembang. Lalu ia mengenal HTI hingga berkiprah bersama FPI

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror, Selasa sore (27/4/2021) di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. Munarman ditangkap atas dugaan keterkaitan dengan kelompok teroris ISIS.

Munarman adalah orang dekat Habib Rizieq Shihab. Ia dituding telah terlibat dalam bait teroris di Makassar, Jakarta dan Medan.

Siapa Munarman? Berikut profilnya dikutip kompas.com.

Baca Juga

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 16 September 1968 ini memulai kariernya di dunia adovokasi lewat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

Dua tahun setelah bergabung dengan LBH Palembang, Munarman ditunjuk sebagai Kepala Operasional LBH Palembang. Dua tahun selanjutnya, karier Munarman kian menterang.

Pada medio 1999-2000, Munarman bergeser dan menjadi Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Aceh.

Ia kemudian menduduki posisi Koordinator Pekerja Kontras dan kemudian ditugaskan ke Jakarta.

Sukses di Kontras, Munarman kemudian berlabuh ke Jakarta dengan posisi yang sangat strategis, yakni menjadi Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) periode 2002-2017.

Dikutip dari Harian Kompas (25/9/2002), dari 24 anggota Dewan Pembina, Munarman mengantongi 17 suara.

Sementara itu, calon lain, yakni Daniel Panjaitan yang merupakan Wakil Direktur LBH Jakarta saat itu memperoleh enam suara dan satu suara lainnya dinyatakan abstain.

Pada dua bulan jabatannya, YLBHI kemudian dilanda badai. Munarman menyebut bahwa YLBHI tengah mengalami krisis keuangan dan terancaman kolaps jika tidak ada suntikan dana segar.

Dewan pengurus terpaksa mengambil keputusan kurang populer, yakni memotong gaji para staf 50 persen dan tidak pula membayarkan tunjangan hari raya (THR).

Selain itu, Munarman pernah menjadi anggota tim pengacara pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir.

Saat itu, Abu Bakar Ba'asyir terjerat kasus Bom Bali dan divonis 2,5 tahun penjara. Selepas tidak mendampingi Ba'asyir, Munarman mulai dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dari HTI, Munarman mulai mengenal sejumlah tokoh Islam, termasuk Ketua FPI Habib Rizieq Shihab. Dia lantas mendirikan An Nashr Institute.

Dari sini, ia kemudian berkiprah di FPI dan menempati sejumlah jabatan strategis hingga pemerintah resmi membubarkan FPI pada Desember 2020.

Editor : Muh. Syakir
#Munarman Ditangkap #Densus 88 Antiteror #FPI #ISIS
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer