Jumat, 30 April 2021 08:02

Ramai-ramai Tutup Perbatasan, dan Cerita Mereka yang Gagal Curi Star Mudik

Perbatasan Makassar-Maros saat pengetatan awal masuknya pandemi 2020. Jelang Lebaran posko perbatasan akan kembali dijaga ketat.
Perbatasan Makassar-Maros saat pengetatan awal masuknya pandemi 2020. Jelang Lebaran posko perbatasan akan kembali dijaga ketat.

Pergerakan orang keluar masuk akan diperketat. Hanya beberapa kelompok orang yang dibolehkan melintas perbatasan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sejumlah daerah sudah menutup perbatasan untuk mencegah gelombang mudik. Pengetatan keluar masuk daerah tenyata dilakukan lebih cepat hingga banyak orang yang gagal curi star mudik.

Beberapa daerah di Sulsel sudah mulai mengaktifkan posko perbatasan mulai hari ini. Di perbatasan Makassar Maros dan 4 jalur tapal batas Makassar, Gowa dan Maros dilakukan penjagaan ekstra mulai besok.

Pergerakan orang keluar masuk akan diperketat. Hanya beberapa kelompok orang yang dibolehkan melintas perbatasan.

Baca Juga

Mulai 3 Mei, mobil angkutan antardaerah juga dihentikan. Kecuali pengangkut logistik bahan pangan serta pegawai pemerintah dalam rangka tugas kedinasan.

Tak hanya Makassar Maros, 5 posko perbatasan di Kabupaten Bone juga diaktifkan mulai besok. Satgas Covid-19 mengonfirmasi hal ini dilakukan untuk membendung gelombang pemudik menjelang Lebaran Idul Fitri.

Jubir Satgas Covid-19 Bone Yusuf mengatakan, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi selaku Ketua Satgas Covid-19 meminta posko pemeriksaan di pintu masuk Kabupatn Bone diperketat. Rencananya pemeriksaan itu akan dimulai pada tanggal 1 hingga 24 Mei 2021 mendatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Bone itu menyebutkan, posko pemeriksaan yang dimaksud berada di wilayah Kecamatan Kajuara, Libureng, Lamuru, Ajangale dan Amali. Adapun pemeriksaan di Posko yakni kelengkapan sesuai SE Satgas Covid-19.

"Adapun di posko dicek seperti, surat izin masuk atau surat tugas, menunjukkan surat keterangan rapid test antigen," ungkap Yusuf Kamis dini hari di grup WhatsApp Basmi Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, semua pelintas dicatat dan dikoordinasikan melalui posko secara berjenjang dari forkopincam sampai petugas PPKM mikro di desa dan kelurahan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama unsur TNI dan Polri akan kembali mengaktifkan posko di perbatasan Kabupaten Bulukumba, yaitu di posko perbatasan Bantaeng, Sinjai dan Pelabuhan Bira Bulukumba-Selayar mulai 3 Mei.

Langkah ini ditempuh berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di Kantor Bupati, Rabu 28 April 2021.

Peniadaan mudik berlaku pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Kemudian Satgas Covid-19 melakukan addendum surat edaran dengan tujuan mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 (22 April- 5 Mei 2021) dan H+7 (18-24 Mei 2021).

Untuk mengantisipasi pergerakan orang sebelum berlakunya peniadaan mudik, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memutuskan akan memulai aktivitas posko di perbatasan pada hari Senin, 3 Mei 2021 sampai tanggal 24 Mei 2021.

Petugas di posko akan bertugas melakukan aktivitas pendataan kendaraan dan orang yang masuk di wilayah Kabupaten Bulukumba. Serta tugas sebagaimana yang telah diatur dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 beserta Addendumnya.

Berikut beberapa hal yang menjadi pedoman bagi petugas posko dan pelaku perjalanan.

- Pelaku perjalanan yang memasuki wilayah Kabupaten Bulukumba harus menunjukkan surat keterangan pemeriksaan rapid test antigen yang berlaku 1x24 jam, dan dokumen perjalanan lainnya. Seperti surat keterangan dari desa bagi masyarakat dengan kriteria ibu hamil, izin jenguk orang sakit atau kunjungan kedukaan.

- Pelaku perjalanan bagi penugasan khusus (ASN) harus dibuktikan dengan surat tugas dari pimpinan.

- Tugas di posko perbatasan antara lain :

1) Pemeriksaan dokumen perjalanan

2) Penerapan protokol kesehatan

3) Pemeriksaan kesehatan dilakukan bagi pelaku perjalanan yang menunjukkan dokumen perjalanan secara acak oleh petugas jika diperlukan.

4) Pemeriksaan Oximeter dengan indikasi di bawah 95% saturasi dilakukan pemeriksaan lanjutan rapid tes antigen.

5) Jika hasil menunjukkan negatif boleh melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan dengan ketentuan melaporkan ke Pos Komando Desa/Kelurahan

6) Jika menunjukkan hasil positif rapid tes antigen maka tidak bisa melanjutkan perjalanan dan membuat notifikasi ke daerah asal jika dipulangkan.

 

Editor : Muh. Syakir
#Larangan Mudik #Curi Star Mudik
Berikan Komentar Anda