Geram Ada Kasus Alat Swab Tes Bekas, Menko PKM Janji Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis
Kita Evaluasi dan benahi manajemen limbah medisnya. Mestinya kalau sudah limbah ya sudah dibuang, kok ini bisa ada limbah masih berkeliaran di luar itu, itukan limbah berbahaya.
PEDOMANMEDIA - Menko PMK, Muhadjir Effendy mengaku sangat menyesalkan adanya kasus penggunaan alat tes swab antigen bekas.
Dia mengaku akan melakukan evaluasi pengelolaan limbah medis. khususnya pada pengelolaan limbah alat tes swab COVID-19.
"Manajemen limbahnya harus betul-betul ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang kemudian didaur ulang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik itu," kata Muhadjir dilansir dari Detik.com, Sabtu (1/5/2021).
Muhadjir juga mengaku bingung dengan perbuatan lima tersangka kasus swab antigen bekas ini karena perbuatan mereka membahayakan masyarakat.
"Jadi ini nanti juga akan kita benahi dalam hal manajemen limbah medisnya. Mestinya kalau sudah limbah ya sudah dibuang, kok ini bisa ada limbah kok masih berkeliaran di luar itu, gimana ceritanya. Inikan limbah berbahaya," ucap Muhadjir.
Diketahui pihak kepolisian berhasil membongkar kasus tersebut dan mentersangkakan 5 orang dari Kimia Farma.
Masing-masing adalah Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, berinisial PM (45). Kemudian ada Kurir Laboratorium berinisial SR (19), kemudian CS di Laboratorium DJ (20), seorang admin berinisial M (30) serta R yang merupakan admin hasil swab.
Dalam kasus ini diduga kuat Bussiness Meneger Laboratorium PM menjadi otaknya dan menyuruh melakukan agar limbah medis tersebut dibuat seolah olah baru.
