Senin, 03 Mei 2021 15:14

Ingat Kasus Bayi Meninggal di Bantaeng Karena tak Dirujuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Bantaeng.
Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Bantaeng.

Diketahui bayi yang meninggal tersebut adalah warga desa Papan Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng.

BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Masih ingat kasus kematian seorang bayi yang meninggal di Bantaeng 2020 silam. Ternyata bayi tersebut gagal dirujuk ke Makassar hanya karena NIK orang tua bayi tidak sesuai.

Hal tersebut terungkap di aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bantaeng oleh Koalisi Gabungan Pemerhati Rakyat pada Senin (3/5/2021).

Menurut Koordinator Koalisi Peduli Kesehatan (KAPEKA), Ardiansyah yang tergabung dalam aksi tersebut mengatakan bahwa saat itu bersama dengan timnya telah melakukan pendampingan terhadap keluarga korban mengurus untuk menerbitkan NIK-nya di Disdukcapil.

Baca Juga

"Selama dua hari saya mendampingi orang tua bayi untuk menerbitkan NIK-nya, namun pihak Disdukcapil tidak mau menerbitkan tanpa ada rekomendasi dari kepala dinas," katanya.

Lanjut, kata Ardiansyah, alasan pihak Disdukcapil tidak mau menerbitkan NIK yang bersangkutan saat itu karena tidak memiliki buku nikah.

"Jadi kami anggap bahwa pihak dinas yang bersangkutan tidak memperhatikan layanan dasar masyarakat," tambahnya.

Berdasarkan kasus itu dan beberapa temuan lainnya sehingga demonstran meminta kepada pemerintah daerah agar mencopot Kadisdukcapil karena dianggap tidak manusiawi.

"Saya meminta kepada pemerintah daerah agar mencopot kepala dinas yang bersangkutan, jika permintaan kami tidak ditindaklanjuti maka saya akan kembali menggelar aksi," pungkasnya.

Diketahui bayi yang meninggal tersebut adalah warga desa Papan Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng. Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari pihak terkait.

Penulis : Syamsuddin
Editor : Jusrianto
#Mayat Bayi #Polres Bantaeng
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer