Selasa, 04 Mei 2021 17:49

Tahun Lalu Disorot Belanja 'Aneh', Kini KONI Torut Minta Lagi Rp3,3 M

Paulus Kondorura
Paulus Kondorura

Ketua KONI Torut Paulus Kondorura mengakui adanya nilai pengusulan yang mencapai Rp3,3 miliar. Padahal hibah tahun lalu masih berpolemik.

TORUT, PEDOMANMEDIA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Toraja Utara mengajukan proposal dana ke Pemerintah Daerah dengan nilai cukup fantastis. KONI mengusulkan anggaran Rp3,3 miliar untuk tahun 2021.

Dalam rincian proposal yang diajukan, Rp 3,3 miliar ini terdapat honorarium pengurus yang mencapai Rp272,4 juta berikut honorarium staf sebesar Rp31,2 juta.

Ketua KONI Torut Paulus Kondorura mengakui adanya nilai pengusulan yang mencapai Rp3,3 miliar itu. Hanya saja nilai ketetapan anggaran kata dia,  didasarkan pada kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga

"Belum ada ditetapkan sekarang. Itu secara resminya itu ketika Ketua KONI menerbitkan surat keputusan untuk penetapan itu. Namun, sampai sekarang kami belum menerima dana dari pemerintah," bebernya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).

Paulus menjelaskan selain untuk biaya honor, pengajuan dana Rp3,3M itu juga untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi tahun 2022.

"Kemudian kita ada rencana pengadaan sarana dan prasarana kalau disetujui yaitu kendaraan atlet atau mobil dan juga untuk pembinaan," ujarnya.

"Kita sekarang ada 21 cabang olahraga. Olahraga yang paling unggul di Torut itu misalnya taekwondo, sepak takraw, dan sepak bola," tambahnya.

Sebelumnya sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum mengusut penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Toraja Utara. Dana hibah KONI 2020 sebesar Rp600 juta diduga salah peruntukan.

"Saya kira ini memang perlu diperjelas dana hibah dihabiskan untuk apa. Aparat penegak hukum perlu mengusut itu. Bukan cuma kami yang mempertanyakannya. Masyarakat dan tokoh tokoh pemuda juga menuntut agar dibuka," terang tokoh pemuda Toraja, Manto Salurante kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (14/4/2021).

Menurut Manto, dana hibah KONI memang menimbulkan banyak tanda tanya. Pertama, di 2020 hampir tidak ada even olahraga yang digelar. Karena terkendala pandemi.

Tetapi KONI tetap mendapat kucuran dana cukup fantastis. Yakni Rp600 juta dari estimasi dana awal Rp1,2 miliar.

Artinya kata Manto, dengan kucuran Rp600 juta, tanpa adanya kegiatan olahraga sepanjang tahun, wajar jika menimbulkan pertanyaan. Ke mana dana itu mengalir.

"Publik ingin tahu itu. Kita tidak melihat adanya penambahan fasilitas olahraga yang menyentuh langsung ke masyarakat. Jadi kan aneh. Lantas dana Rp600 juta itu dialokasikan ke mana? Saya kira ini harus dijawab," jelasnya.

Manto mengatakan satu satunya yang terlihat dialokasikan oleh KONI Torut adalah pengadaan fasilitas gym. Menurutnya, ini juga menimbulkan prokontra. Karena fasilitas gym itu tidak dinikmati langsung oleh masyarakat.

"Kesannya kan fasilitas gym itu hanya untuk pengurus saja. Lalu gym itu menghabiskan berapa? Lantas sisa anggaran ke mana? Sekali lagi aparat penegak hukum harus turun," ketusnya.

Minimal lanjut dia, ada audit BPKP untuk memastikan dana hibah itu benar-benar tepat sasaran.

Manto juga menyoroti soal persiapan pra Porda Torut yang dinilai tak memaksimalkan potensi atlet-atlet lokal.

BPKAD dan KONI Toraja Utara juga dituding kongkalikong soal dana hibah Rp600 juta tahun anggaran 2020. Dimana BPKAD Torut enggan merinci anggaran KONI tersebut.

 

Penulis : Susanna Rulianti
Editor : Muh. Syakir
#KONI Torut #Dana Hibah KONI Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer