Jusrianto : Kamis, 06 Mei 2021 20:12
Ketua DPRD Torut Nober Rante Siama.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama membantah pernyataan tentang dirinya yang tak beretika saat paripurna. Ia mengklaim telah mengikuti mekanisme rapat.

"Tidak etika dari mana. Pada saat itu ada 3 agenda rapat salah satunya tentang pidato Bupati terpilih. Sebelumnya memang sudah dijadwalkan harus 3 agenda maka keluarlah undangan dengan agenda tapi jamnya dirubah sampai jam 2 yang sebelumnya diagendakan jam 7 malam," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (6/5/2021).

Nober menjelaskan bahwa rapat tersebut dimulai jam 2. Sebelumnya, ia telah menyampaikan ke wakil pimpinan bahwa ia tidak bisa hadir tepat waktu.

"Ketika belum dimulai semua kesiapan dipersiapkan. Saya belum hadir, tentu wakil pimpinan yang akan memimpin rapat. Dalam tatib DPRD mengatur bahwa jika salah satu pimpinan tidak hadir berarti harus ada pendelegasian untuk duduk di atas podium," jelasnya.

Kata Nober, pada saat itu ia digantikan oleh salah satu anggota DPRD dari NasDem di atas podium tersebut.

"Pertengahan rapat saya hadir. Saya duduk di sebelah kiri saya. Dimana tidak ada etikanya? apakah justru saya tidak beretika ketika saya hadir mengganggu jalannya Paripurna. Ini Paripurna istimewa," bantahnya.

Sebelumnya, saat rapat paripurna berlangsung, ia masih berada dalam mobilnya yang terparkir di Halaman Kantor DPRD Toraja Utara. Padahal kader NasDem itu seharusnya memimpin rapat paripurna.

"Wakil rakyat kok begitu gayanya, memalukan sekali. Sangat tidak dewasa caranya itu. Apalagi dia itu Ketua DPRD, seharusnya jadi panutan," kesal Yakob selaku Tokoh Masyarakat Toraja.

Yakob menyebut Nober Rante Siama egois dengan sikapnya yang tak beretika itu.

"Para anggota Dewan kita di DPRD tidak boleh juga egois. Kalian duduk di DPRD untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan memperjuangkan kepentingan Anda sendiri," katanya.

Yakob menyarankan agar Nober selaku Ketua DPRD Toraja Utara bersinergi dan menjaga hubungan yang harmonis dengan pemda.

"Seharusnya Pak Nober berpikir begitu untuk kemajuan daerah kita. Jangan egois dan kekanak-kanakan. Kalau dia menyadari dirinya sebagai penyambung lidah rakyat di parlemen, seharusnya menjalin komunikasi yang baik dengan Pemda, apalagi Pak Ombas (Yohanis Bassang) penuh tekad untuk membenahi Toraja Utara yang kita cintai bersama ini," pesan Yakob.