Minggu, 16 Mei 2021 07:50

Pasar Sentral Sengkang Bertahun-tahun Banjir, Pemkab 'Nyerah'

Pasar Sentral Sengkang yang jadi langganan banjir setiap tahun.
Pasar Sentral Sengkang yang jadi langganan banjir setiap tahun.

Alokasi anggaran masih sangat minim. Karenanya harus dikaji solusi alternatif dengan memanfaatkan anggaran yang terbatas.

SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Warga Kota Sengkang khususnya seputaran Pasar Sentral dan Jalan Kalimantan mengeluhkan sistem drainase dalam kota yang tak berfungsi optimal. Setiap musim penghujan kawasan ini menjadi langganan banjir.

Syamsu Alam, perwakilan warga Jalan Kalimantan mengungkapkan, perlu adanya solusi cepat untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya, keluhan ini telah disampaikan berulang kali, namun belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.

"Kami mewakili warga seputaran kota yang selalu jadi langganan luapan air berharap bisa ada solusi perbaikan. Kasihan kami ini jadi kebanjiran setiap tahun," keluh Syamsu.

Baca Juga

Ia menuturkan, warga sudah mengajukan usulan lewat musrenbang. DPRD juga sudah berulang kali meninjau lokasi. Tetapi belum ada realisasi di lapangan.

"Padahal kan sederhana ji solusinya. Cukup memperbaiki drainase. Kami juga bingung kenapa ini tidak mendapat perhatian. Sepertinya ini bukan prioritas," ucapnya.

Kepala Dinas Perkimta Pemkab Wajo, Andi Aso Ashari mengungkapkan, persoalaln banjir di sekitar Pasar Sentral memang butuh beberapa solusi. Pertama peningkatan duiker pada beberapa titik.

Kedua, pembenahan drainase di sekeliling Pasar Sentral dan sekitarnya (Jalan Jawa dari arah ujung Jalan Pahlawan depan Bekas Kantor Pengadilan Lama). Dua komponen yanf paling mendesak kata Aso agar koneksi bisa berfungsi optimal.

"Seperti kita ketahui bersama setiap musim hujan kawasan Pasar Sentral selalu mendapat kiriman air dari berbagai arah baik dari arah timur dan utara. Misalnya dari arah Jalan. Kalimantan dan Jl Sulawesi yang mengarah ke sungai. d

Di sini terjadi penyempitan dan dangkal," paparnya.

Selain itu, yang menjadi kendala untuk penanganan drainase tersebut itu soal anggaran. Menurut Aso, infrastruktur ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

Sedangkan alokasi anggaran masih sangat minim. Karenanya masih harus dikaji solusi alternatif dengan memanfaatkan anggaran yang terbatas.

"Ya belum ada anggaran. Itukan butuh anggaran besar. Sekarang masih sulit kita realisasikan," ucapnya.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Muh. Syakir
#Pasar Sentral Sengkang #Banjir #Pemkab Wajo
Berikan Komentar Anda