Jumat, 16 Oktober 2020 07:10

Gelombang Baru Corona Serang Eropa, Asia Diminta Siaga

Infeksi Corona di Eropa meningkat dalam taraf mengkhawatirkan
Infeksi Corona di Eropa meningkat dalam taraf mengkhawatirkan

Eropa sekarang memiliki lebih dari 7,2 juta kasus virus Corona yang dikonfirmasi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan rawat inap meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Eropa menghadapi gelombang baru serangan virus Corona dalam dua pekan terakhir. Eropa telah mencatat 7,2 kasus dan angka pertambahan sudah di kurva mengkhawatirkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan agar dunia tetap siaga. Corona disebut akan memuncak di Eropa dalam sebulan ke depan dan bisa sangat ekskalatif sampai ke Asia.

"Respons yang proporsional dan terarah adalah jalan ke depan. Tindakan atau pengetatan di banyak negara di Eropa adalah tanggapan yang tepat dan diperlukan terhadap apa yang dikatakan data kepada kami, "kata Dr. Hans Kluge, direktur regional WHO untuk Eropa dilansir dari CNBC.com, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga

Meski dalam kondisi mengkhawatirkan Kluge tetap menyarankan tidak dilakukan lockdown. Lockdown tetap jadi opsi terakhir karena dunia juga harus menyelamatkan ekonomi.

"Tidak ada kata terlambat (untuk memperketat tindakan) tapi tentu saja, kami prihatin. Secara umum, ini adalah waktu untuk meningkatkan langkah-langkah pembatasan. Dengan lockdown sebagai upaya terakhir," lanjutnya.

Diinformasikan, Eropa sekarang memiliki lebih dari 7,2 juta kasus virus Corona yang dikonfirmasi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan rawat inap meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Kata Kluge, lonjakan musim dingin terus berlanjut di Eropa dengan peningkatan eksponensial dalam kasus harian dan peningkatan persentase kematian harian yang sesuai. Situasi epidemiologi yang berkembang di Eropa menimbulkan keprihatinan yang besar.

Dalam 24 jam terakhir, Prancis telah mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat. Kemudian Inggris mendekati lockdown nasional kedua. Begitu juga Jerman telah memperkenalkan serangkaian aturan baru dalam upaya menurunkan tingkat infeksi.

"Apakah itu berarti kita kembali ke pertengahan Maret? Tidak, bukan kami. Meskipun kami mencatat dua hingga tiga kali lebih banyak kasus per hari dibandingkan dengan puncak April, kami masih mengamati lima kali lebih sedikit kematian, dan dua kali lipat waktu masuk rumah sakit masih dua hingga tiga kali lebih lama (dibandingkan di bulan Maret)," sebutnya.

Sementara itu, virusnya tidak berubah, "tidak semakin berbahaya," tambahnya.

Editor : Muh. Syakir
#Gelombang Corona #Corona #Eropa #Asia #WHO
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer